Novel Baswedan Disidang, Ini Sikap Pegawai KPK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di Gedung Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, 10 Desember 2015. ANTARA/Reno Esnir

    Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di Gedung Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, 10 Desember 2015. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.COJakarta - Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP-KPK) menilai apa yang menimpa penyidik di komisi itu, Novel Baswedan, saat ini merupakan upaya kriminalisasi atas konsistensi Novel dalam memberantas korupsi.

    “Kami, Wadah Pegawai KPK (WP-KPK), meyakini apa yang menimpa rekan kami, Novel Baswedan, adalah konsekuensi dari sikap konsisten beliau dalam menjalankan tugas pemberantasan korupsi,” ujar Ketua WP-KPK Faisal melalui pesan pendek yang diterima pada Sabtu, 30 Januari 2016.

    Baca: Novel Baswedan Segera Masuk Persidangan, Ombudsman Diabaikan

    Karena itu, Faisal menuturkan, WP-KPK menyampaikan tiga hal. Pertama, apa yang terjadi pada Novel merupakan sebuah kriminalisasi atas kerja-kerjanya selama ini dalam memberantas korupsi. Kedua, WP-KPK mendesak pihak terkait meninjau ulang kasus ini. “Ketiga, kami mendesak pimpinan KPK memberikan dukungan penuh kepada saudara kami, Novel Baswedan.”

    Novel merupakan tersangka dalam kasus penembakan terhadap tersangka pencurian sarang burung walet pada 2004. Novel, yang ketika itu menjabat Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Bengkulu, ditetapkan sebagai tersangka meskipun bukan ia yang menembak.

    Baca: FEATURE: Novel Baswedan dan Penegakan Hukum yang Aneh

    Kasus tersebut digunakan polisi untuk menjerat Novel, yang memimpin penyidikan kasus korupsi dengan tersangka Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Djoko Susilo, pada Oktober 2012. Polisi kembali membuka kasus tersebut setelah KPK menetapkan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai tersangka korupsi. Budi Gunawan kemudian batal dilantik menjadi Kepala Kepolisian RI karena penetapan status tersebut.

    BAGUS PRASETIYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.