Gunung Semeru Pancarkan Api Diam, Gejala Apa ?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan puncak Gunung Semeru dilihat dari posko Kalimati, 12 Mei 2015. Kalimati juga merupakan tempat para pendaki mendirikan tenda untuk bermalam menghilangkan lelah sejenak sebelum menuju puncak. TEMPO/Nur Septia Wilda

    Pemandangan puncak Gunung Semeru dilihat dari posko Kalimati, 12 Mei 2015. Kalimati juga merupakan tempat para pendaki mendirikan tenda untuk bermalam menghilangkan lelah sejenak sebelum menuju puncak. TEMPO/Nur Septia Wilda

    TEMPO.CO, Jakarta - Bukaan kawah Gunung Semeru dikabarkan sesekali memancarkan titik api diam beberapa hari terakhir ini. Api diam itu jelas terlihat ketika cuaca malam hari sedang cerah dan tidak ada mendung.

    Sinar pancaran redup titik api diam terlihat dari Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Hal ini diungkapkan Lasmono, warga desa setempat kepada Tempo.

    "Terkadang ketika cuaca cerah pada malam hari, titik api diam itu tampak," katanya, Jumat, 29 Januari 2015. Menurut Lasmono, bahkan pada akhir pekan kemarin, terjadi guguran material pijar hingga sejauh sekitar 3 kilometer dari puncak kawah.

    Kendati demikian, warga masih tenang-tenang saja. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Hendro Wahyono mengatakan beberapa hari terakhir ini memang teramati adanya guguran lava pijar dari bukaan kawah Gunung Semeru.

    "Tapi Semeru masih aman. Status aktifitas masih tetap di level II atau waspada," kata Hendro. BPBD Lumajang mendapat laporan dari relawan ihwal adanya guguran lava pijar ini.

    Hendro juga mengatakan kalau api diam juga tampak pada kawah Semeru. "Tampak sinar kemerah-merahan. Kalau cuaca cerah akan terlihat pada malam hari hingga subuh. Kalau siang tidak tampak," katanya.

    Terkait dengan gejala yang nampak itu, Hendro masih menganggap wajar hal tersebut terjadi pada Semeru. "Karakternya memang seperti itu," katanya. Dia juga mengatakan, Semeru terkadang tiba-tiba ada peningkatan jumlah hembusan.

    "Karakternya memang seperti itu," ujarnya. Belum diperoleh keterangan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru di Gunung Sawur, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

    Pada Kamis, 28 Januari 2016, tercatat 8 kali gempa hembusan dengan amplitudo maximum 2-11 milimeter dan lama gempa 35-50 detik. Lalu 72 kali gempa letusan dengan amplitudo maximum 16-26 milimeter dan lama gempa 25-110 detik; 1 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo maximum 11 milimeter dan lama gempa 21 detik; 1 kali getaran banjir.

    Laporan bulanan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengkonfirmasi aktivitas vulkanis Gunung Semeru berdasarkan pengamatan warga.

    Laporan PVMBG yang diterima Januari 2016 terkait aktivitas Semeru sepanjang Desember 2015 menyebutkan adanya sinar api diam serta guguran material pijar dari bukaan kawah Semeru. Guguran lava pijar teramati tiga kali sepanjang Desember 2015 dengan jarak luncur antara 300-700 meter masuk hulu Besuk Bang.

    DAVID PRIYASIDHARTA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?