Melawan Ahok, Gerindra-PKS Ajak Partai Lain Berkoalisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, M. Taufik. ANTARA/Wahyu Putro A

    Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, M. Taufik. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.COJakarta - Partai Gerakan Indonesia Raya berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera untuk menghadapi pemilihan kepala daerah DKI Jakarta pada 2017. "Ya, kami sudah melakukan pertemuan dengan PKS dua hari lalu," kata Ketua DPD Gerindra Jakarta Muhammad Taufik kepada Tempo, Jumat, 29 Januari 2016.

    Taufik mengatakan partainya juga akan melakukan komunikasi dengan partai politik lain untuk menggalang kekuatan. Pekan depan, kata dia, Gerindra akan bertemu dengan Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, Hanura, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

    Pada Rabu, 27 Januari 2016, Gerindra menggelar penjaringan calon Gubernur DKI Jakarta. Ada delapan nama yang potensial menjadi calon, yaitu Muhammad Taufik; Sekjen Gerindra Ahmad Muzani; Wali Kota Bandung Ridwan Kamil; Ketua Komisi D DPRD DKI Muhammad Sanusi; mantan Wakil Menteri Pertahanan Letnan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin; anggota Dewan Pembina Gerindra, Sandiaga S. Uno; anggota DPR, Biem Benyamin; dan Sekretaris DKI Saefullah.

    Kedelapan calon tersebut nantinya akan dikerucutkan menjadi tiga nama terkuat untuk menandingi Gubernur DKI Jakarta saat ini, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang berencana maju kembali. "Masih ada seleksi lagi, dilihat dulu visinya," ujarnya. "Nanti juga kan akan ada nama dari PKS atau partai lain."

    Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKS Jakarta Syakir Purnomo mengatakan sudah melakukan komunikasi tingkat wilayah dengan Gerindra. "Prinsipnya, Gerindra siap terbuka," tuturnya. Menurut dia, nama Ridwan Kamil menjadi salah satu yang paling unggul dalam penjaringan. "Ya, kalian semua sudah tahulah," ujarnya.

    Menurut Syakir, dukungan dari partai lain sangat dibutuhkan karena, untuk mengajukan calon minimal, partai harus memiliki 20 persen atau 22 kursi di DPRD. "Kalau sekarang PKS 11 kursi, Gerindra 15 kursi, berarti kan sudah 26 kursi," katanya.

    Menanggapi ajakan koalisi dengan Gerindra dan PKS, Ketua Fraksi PDIP Jhony Simanjuntak mengatakan PDIP terbuka terhadap semua partai. "Kami komunikasi, tapi yang mempersatukan (koalisi) visi Jakarta ke depan," ucapnya. Terkait dengan calon gubernur, PDIP mengaku belum memiliki kandidat. "Itu nanti dibicarakan dalam rapat tingkat daerah."

    Adapun Ketua Fraksi Golkar Zainuddin mengaku sudah melakukan pertemuan dengan Gerindra dan PKS di tingkat nasional. "Bertemu dalam kondisi penjajakan yang intensif dan hampir mendekati kesepakatan koalisi," katanya.

    AFRILIA SURYANIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.