Kalla: Kader Golkar yang Dipecat Akan Direhabilitasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie menuangkan air ke gelas Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menghadiri penutupan Rapimnas Partai Golkar, di Jakarta, 25 Januari 2016. Jusuf Kalla sempat absen pada pembukaan Rapimnas yang digelar sejak 23 Januari 2016. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie menuangkan air ke gelas Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menghadiri penutupan Rapimnas Partai Golkar, di Jakarta, 25 Januari 2016. Jusuf Kalla sempat absen pada pembukaan Rapimnas yang digelar sejak 23 Januari 2016. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan akan mencabut pemecatan sejumlah kader Golkar seiring dengan islahnya partai berlambang pohon beringin itu.

    "Salah satu poin dalam persetujuan antara Pak Ical, Agung, dan saya ialah merehabilitasi semua yang dipecat oleh kedua belah pihak," kata Kalla, di kantornya, Jakarta, Jumat, 29 Januari 2016.

    Pada Juni 2014, Golkar secara resmi telah memecat tiga kadernya sebagai anggota partai. Tiga kader yang dipecat adalah Nusron Wahid, Agus Gumiwang, dan Poempida Hidayatullah, yang saat itu ketiganya merupakan anggota Fraksi Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat.

    Pemecatan ketiganya sebagai anggota Partai Golkar karena diketahui ikut kampanye pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Mereka terekam oleh sejumlah media cetak dan elektronik mengikuti kampanye di luar apa yang diputuskan partai.

    Sanksi tersebut telah disepakati melalui rapat pleno partai. Isinya, kader yang melawan perintah partai akan diberi sanksi berupa pencopotan dari jabatan partai hingga pemecatan dari keanggotaan partai.

    Menurut Kalla, ketiga nama tersebut harus direhabilitasi sebelum Musyawarah Nasional Luar Biasa Golkar digelar. Kalla mengatakan munaslub partai akan dilaksanakan sebelum proses pemilihan kepala daerah serentak dimulai.

    Selain tiga kader tersebut, ada Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh yang dinonaktifkan melalui surat keputusan Dewan Pengurus Pusat Golkar. Adnan Anwar Saleh yang juga Ketua Dewan Pengurus Daerah Golkar Sulawesi Barat dicopot sementara.

    Kemudian, di Kalimantan Timur, juga ada mantan Wali Kota Tarakan yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Kota Tarakan yang dinonaktifkan. Namun, untuk tingkat pengurus kabupaten dan kota, penonaktifan cukup dilakukan DPD Golkar tingkat provinsi.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.