Pernah Punya Bos Gay, Ridwan Kamil: LGBT Itu Hak Pribadi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bandung Ridwan Kamil (RK), bersama dengan beberapa staf saat melakukan pengujian bis pariwisata Bandros yang telah diserah terimakan di Bandung, Jawa Barat (25/3). Ridwan mengelilingi kota untuk memantau kawasan mana saja yang harus dilakukan pemangkasan pohon dan pengaturan kabel listrik. TEMPO/Prima Mulia

    Walikota Bandung Ridwan Kamil (RK), bersama dengan beberapa staf saat melakukan pengujian bis pariwisata Bandros yang telah diserah terimakan di Bandung, Jawa Barat (25/3). Ridwan mengelilingi kota untuk memantau kawasan mana saja yang harus dilakukan pemangkasan pohon dan pengaturan kabel listrik. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menegaskan bahwa dia tidak mempermasalahkan keberadaan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Dia bahkan mengaku pernah menjadi bawahan seorang laki-laki penyuka sesama jenis alias gay ketika dulu masih bekerja di Amerika Serikat.

    "Di negeri Pancasila semua orang punya hak. Jadi saya tidak pernah mempermasalahkan LGBT, itu ruang pribadi, ranah pribadi. Saya tujuh tahun di luar negeri, bos saya gay waktu di Amerika, enggak ada masalah," ujar Ridwan Kamil saat ditemui di rumah dinasnya, Jalan Dalemkaum, Kota Bandung, Kamis malam, 28 Januari 2016.

    Ridwan Kamil merasa heran dengan rencana kelompok LGBT yang akan menggugatnya. Menurut dia, hal tersebut timbul karena kesalahpahaman. "Itu miskomunikasi. Pasti mereka tidak baca statement saya. Apa yang mau digugat ke saya?" tuturnya.

    Ridwan Kamil menjelaskan, niatnya untuk memblokir akun-akun penyuka sesama jenis di media sosial timbul karena kekhawatiran adanya pengaruh dan ajakan ke anak-anak di bawah umur untuk mengikuti jejak orientasi seks LGBT. "Yang jadi masalah jika ada kampanye aktif ke bawah umur," ucapnya.

    Menurut Ridwan Kamil, kampanye LGBT kepada anak-anak di bawah umur bisa memicu tindakan paedofilia. "Kalau dia kampanye ke bawah umur mau dia hetero atau LGBT, kan, berarti memangsa anak-anak kecil. Peluangnya terjadi paedofil," katanya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.