Jelang PON, Ridwan Kamil Benahi Stadion GBLA Setara dengan Camp Nou

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stadion Gelora Bandung Lautan Api terancam tidak bisa digunakan di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, 17 Mei 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Stadion Gelora Bandung Lautan Api terancam tidak bisa digunakan di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, 17 Mei 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan akan memperbaiki Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Bandung, untuk menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016. Perbaikan dilakukan atas persetujuan Bareskrim Mabes Polri.

    Meski bakal diperbaiki, kasus hukum dugaan penyimpangan konstruksi Stadion GBLA yang masih diselidiki oleh Mabes Polri akan terus berlanjut.  

    "GBLA boleh diperbaiki. Kemungkinan diperbaiki setelah semua elemen (polisi, pemerintah Provinsi Jawa Barat, KONI, pemerintah Kota Bandung) berkumpul menyepakati kondisi terakhir. Kemungkinan, 9 Februari 2016," kata Ridwan Kamil di rumah dinasnya, Jalan Dalemkaum, Kota Bandung, Kamis malam, 28 Januari 2016.

    Baca: Tersangkut Korupsi, Stadion Gedebage Aman Dipakai PON  

    Ridwan Kamil memastikan konstruksi Stadion GBLA tidak memerlukan banyak perbaikan. Proses perbaikan pun diprediksi hanya memakan waktu 3 bulan dan selesai pada Mei 2016.  

    "Hanya struktur-struktur ringan yang memang kasat mata seolah-olah terlihat mengkhawatirkan padahal hasil analisis tidak begitu," kata Ridwan Kamil.

    Setelah diperbaiki, pemerintah Kota Bandung akan melepas pengelolaan Stadion GBLA ke pihak swasta. Dia berharap, sistem pengelolaan tanpa melibatkan tangan pemerintah bisa menaikkan kelas Stadion GBLA sejajar dengan Stadion Camp Nou, markas klub Barcelona FC, atau Santiago Bernabeu, markas Real Madrid.

    "Konsepnya di Bandung mengurangi PNS bertugas di urusan baru karena PNS terbatas dan kapasitasnya kurang profesional. Seperti di luar negeri, ada sponsornya. Sudah kebayang, GBLA dimiripkan dengan Stadion Barcelona," kata Ridwan Kamil.

    Sebelumnya, Kepala Bareskrim Polri, yang kala itu dipimpin Komisaris Jenderal Budi Waseso, beberapa kali mendatangi Stadion GBLA di Gedebage yang terletak di ujung timur Kota Bandung. Budi Waseso menyatakan GBLA belum layak digunakan untuk acara besar. Sebab, hasil penyidikan tim ahli mengatakan ada kerusakan di sejumlah titik bangunan stadion.

    Baca: Stadion Ambles di Bandung Tetap Digunakan untuk Pesta PON

    Kasus dugaan korupsi Stadion GLBA mengemuka setelah Kepolisian menetapkan salah satu pejabat pemerintah Kota Bandung sebagai tersangka dugaan korupsi pembangunan stadion itu. Stadion, yang memakan biaya Rp 1,1 triliun tersebut, diduga gagal konstruksi setelah ditemukan beberapa titik ambles.



    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.