Dukung Jokowi Total, NasDem Siap Kehilangan Jatah Menteri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh memberikan pidato politiknya dalam acara Silaturahmi Nasional Partai Nasdem di Nusa Dua, Bali, 16 Januari 2016. Dari 264 daerah peserta pilkada serentak 2015, Partai Nasdem mengusung calon kepala daerah di 248 daerah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 132 calon terpilih menjadi kepala daerah. TEMPO/Johannes P. Christo

    Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh memberikan pidato politiknya dalam acara Silaturahmi Nasional Partai Nasdem di Nusa Dua, Bali, 16 Januari 2016. Dari 264 daerah peserta pilkada serentak 2015, Partai Nasdem mengusung calon kepala daerah di 248 daerah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 132 calon terpilih menjadi kepala daerah. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Surabaya - Ketua Umum NasDem Surya Paloh mengatakan bahwa partai yang dipimpinnya sangat siap jika kehilangan jatah kursi menteri dalam Kabinet Kerja Presiden Jokowi. Ini karena sejak awal saat Partai NasDem mendukung pemerintah Jokowi tanpa syarat.

    "Itu komitmen kami sejak awal saat kami memberikan dukungan kepada Jokowi," kata Surya saat berada di Hotel Bumi Surabaya, Kamis, 28 Januari 2016.

    Surya menjelaskan bahwa pertanyaan siap atau tidak siap kehilangan kursi menteri merupakan sebuah pertanyaan yang tidak perlu dijawabnya. Ini karena semua orang sudah tahu bahwa jawaban dari Partai NasDem jika ditanya tentang kesiapan kehilangan kursi menteri, dia akan menjawab bahwa NasDem akan tetap mendukung pemerintahan.

    "Apa saja siap, karena kami mementingkan konsisten dukungan," ujarnya.

    Paloh juga tak khawatir jika kursi menteri dari partainya berpindah ke Golkar, karena Golkar kubu Aburizal Bakrie mendukung pemerintah. "Kenapa harus takut, itu sebagai sebuah konsekuensi kehidupan," katanya.

    Hal ini karena NasDem, selama ini lebih mementingkan kinerja kementeriannya daripada berbicara soal jatah kursi menteri. Selain itu, NasDem selama ini juga tak mementingkan kepentingan kelompok, melainkan kepentingan nasional.

    Saat ini, ada tiga kursi NasDem di kabinet, yakni Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diisi Siti Nurbaya, Menteri Agraria dan Tata Ruang yang diisi Ferry Mursyidan Baldan, serta Jaksa Agung yang dijabat Muhammad Prasetyo.

    Sebelumnya, dalam rapat Konsultasi Nasional dengan DPD I di Bali pada 4 Januari lalu, Golkar menyatakan akan menjadi partai pendukung pemerintah Jokowi-JK. Langkah Golkar ini mengikuti langkah Partai Amanat Nasional (PAN) yang telah terlebih dahulu pindah menjadi partai pendukung pemerintah.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.