Proyek Kereta Cepat Kemahalan, JK Minta Cina Cek Harga  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi meninjau miniatur kereta cepat saat Groundbreaking Proyek Kereta Cepat di Cikalong Wetan, Bandung Barat, 21 Januari 2016. Acara ini dihadiri Gubernur Jawa Barat, Gubernur DKI Jakarta, Menteri BUMN, Menteri PUpera, Menteri LHK, dan pihak-pihak lainnya. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Presiden Jokowi meninjau miniatur kereta cepat saat Groundbreaking Proyek Kereta Cepat di Cikalong Wetan, Bandung Barat, 21 Januari 2016. Acara ini dihadiri Gubernur Jawa Barat, Gubernur DKI Jakarta, Menteri BUMN, Menteri PUpera, Menteri LHK, dan pihak-pihak lainnya. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Kedutaan Cina memverifikasi informasi soal harga proyek kereta cepat. Infonya, proyek kereta cepat di Indonesia jauh lebih mahal dibanding di Iran.

    "Saya tadi sampaikan ke Dubes Cina untuk meminta verifikasi lebih lanjut atas informasi itu, dia sudah janji untuk itu," ujar Kalla di kantornya, Kamis, 28 Januari 2016.

    Duta Besar Cina untuk Republik Indonesia Xie Feng diterima Kalla di kantornya hari ini. Namun, Xie Feng membantah kedatangannya membahas soal proyek kereta cepat. Ia mengaku mengunjungi Kalla berkaitan dengan acara tahun baru Cina.

    Kalla juga memastikan pemerintah tak akan memberikan jaminan apabila proyek ini tak selesai. Sebabnya, proyek kereta cepat merupakan investasi business to business sehingga pemerintah tak perlu ikut campur. "Ini investasi biasa, jadi tidak ada jaminannya," katanya.

    Beredar informasi pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung oleh investor Cina tersebut menelan biaya jauh lebih mahal ketimbang proyek kereta cepat di Iran. 

    Pembangunan kereta cepat di Indonesia dengan jarak 150 kilometer menelan dana hingga US$ 5,5 miliar. Sedangkan, pembangunan kereta cepat di Iran dengan jarak 400 kilometer hanya membutuhkan dana US$ 2,73 miliar.

    Padahal, kedua proyek kereta cepat itu sama-sama dibangun China Railway Engineering Corporation. Tak hanya itu, pembangunan juga sama-sama diperkirakan rampung pada 2018.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.