Maju Pilgub DKI, Ridwan Kamil Minta Pendapat Warga Bandung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (kiri), dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat final Piala Presiden 2015 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 18 Oktober 2015. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (kiri), dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat final Piala Presiden 2015 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 18 Oktober 2015. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Digadang-gadang sebagai calon kuat penantang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam Pemilihan Gubernur DKI  Jakarta pada 2017, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyatakan akan menjaring aspirasi warga Bandung.

    Pria yang akrab disapa Emil tersebut hingga kini mengaku masih bimbang apakah akan menerima pinangan Partai Gerindra untuk maju di DKI 1 atau melanjutkan sisa jabatannya sebagai wali kota.  

    Untuk itu, kata dia, dalam 6 bulan ke depan ia akan menjaring aspirasi warganya.  Emil mengatakan  akan memberi keputusan paling lambat akhir semester pertama tahun ini. "Bulan Juni akan memutuskan,” katanya di Badan Reserse Kriminal Mabes Polri terkait dengan rencana perbaikan Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kamis, 28 Januari 2016.

    BACA: Pilkada DKI Jakarta

    Ridwan Kamil mengaku berat meninggalkan Bandung untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta. Masa jabatannya sebagai Wali Kota Bandung akan selesai pada 2018. Padahal ia berharap dapat menuntaskan seluruh program kerjanya hingga masa jabatannya berakhir. "Kalau bagi saya, yang berat cuma satu, karena masa jabatan saya masih setahun lagi," ujarnya.  

    Karena itu, dia mengaku tidak berkenan dengan pelaksanaan pemilihan kepala daerah yang tidak serentak. Kata dia, hal itu akan menyulitkan para pemimpin yang berniat mencalonkan dari satu daerah ke daerah lainnya. "Makanya saya dukung pilkada serentak."

    Seharusnya, proses pemilihan kepala daerah dilakukan secara serentak di seluruh daerah. Hal ini untuk menghindari adanya sisa jabatan para kepala daerah. Akhirnya, setiap kepala daerah dapat menyelesaikan rencana program kerjanya selama 5 tahun. "Seharusnya  startnya sama-sama, finisnya juga sama-sama." "Jadi benar-benar fair, tidak ada dilema," ujarnya.

    Berdasarkan survei yang digelar Centre for Strategic and International Studies (CSIS), sebagian besar warga Jakarta merekomendasikan Partai Gerakan Indonesia Raya mengajukan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.  "Ada 57 persen responden yang memilih Ridwan Kamil sebagai calon yang paling cocok diusung Gerindra," kata peneliti dari CSIS, Arya Fernandes, di Jakarta, Senin, 25 Januari 2016.

    Ridwan Kamil mengaku sudah bertemu dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Ia juga mengaku sudah berkomunikasi dengan Partai Keadilan Sejahtera.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.