Iseng Kutip Nama ISIS, 2 Pelajar Denpasar Diperiksa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga menghapus mural bergambar bendera ISIS di tembok makam yang berada di kawasan Tipes, Solo. Mural sejenis ditemukan di beberapa titik di kota ini. TEMPO/Ahmad Rafiq

    Seorang warga menghapus mural bergambar bendera ISIS di tembok makam yang berada di kawasan Tipes, Solo. Mural sejenis ditemukan di beberapa titik di kota ini. TEMPO/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CODenpasar - Dua siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Denpasar, Putu A.T.P. dan Putu C.M. menjalani pemeriksaan di Kepolisian Daerah Bali. Musababnya, dua remaja itu membuat dan menempelkan kertas bernada ancaman dengan mengatasnamakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

    “Kami coba dalami maksudnya apa, apakah benar-benar hanya iseng. Ini bisa meresahkan masyarakat,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali Komisaris Besar Hery Wiyanto, Kamis, 28 Januari 2016.

    Kertas itu ditempelkan di dinding dekat ruang guru pada Rabu, 27 Januari 2016. Bunyi selebaran itu: "Kami ISIS sudah ada di Smansa (SMA Satu) siap memporak-porandakan acara kalian. Kami Tidak takut mati”. Kalimat itu diakhiri dengan takbir “Allahuakbar” dan dihiasi kaligrafi huruf Arab.

    Selebaran itu pertama kali ditemukan guru bernama I Ketut Sarjana saat jam istirahat. Pihak sekolah langsung melaporkan masalah itu kepada Kepolisian Sektor Denpasar Timur. Tak lama kemudian, polisi turun menelusuri selebaran tersebut.

    Karena kertas yang ditempel berkop Latihan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), penyelidikan polisi mengarah ke siswa kelas III percepatan. “Setelah diperiksa, dua siswa itu mengaku. Putu A.T.P. sebagai pembuat dan Putu C.M. sebagai penempel,” ucap Hery.

    Kepada polisi, dua pelajar itu mengaku hanya iseng dan telah meminta maaf kepada pihak sekolah. Dari hasil pendalaman terhadap telepon seluler mereka, menurut Hery, memang belum ada kaitan dengan hal-hal yang lain.

    “Kalau memang hanya iseng, tentu sangat kita sesalkan karena ini adalah hal yang sensitif. Kami akan memeriksa psikologis dua siswa itu," tuturnya.

    ROFIQI HASAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.