Ingin Lulus Perguruan Tinggi Kedinasan? Ini Syaratnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • IPDN. TEMPO/Nita Dian

    IPDN. TEMPO/Nita Dian

    TEMPO.CO, Jakarta - Tempo kembali menyuguhkan panduan memilih perguruan tinggi berdasarkan hasil survei nasional para calon mahasiswa di sejumlah kota. Panduan dikemas dalam buku berjudul Panduan Memilih Perguruan Tinggi 2016, Hasil Survei Edisi ke-21: 10 Kampus Dengan Program Studi Favorit.

    Perguruan Tinggi kedinasan menjadi salah satu sekolah favorit yang yang didambakan siswa. Selain biaya pendidikan yang relatif lebih murah, bahkan ada yang gratis, beberapa perguruan tinggi kedinasan juga ada yang mengangkat lulusannya langsung menjadi Pegawai Negeri Sipil.

    Perguruan Tinggi Kedinasan umumnya disubsidi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).  Sehingga, biaya kuliahnya lebih murah jika dibandingkan dengan perguruan di luar kedinasan, bahkan bisa sama sekali gratis. Bahkan, ada perguruan tinggi kedinasan yang memberikan uang saku bulanan kepada mahasiswanya.

    BacaUniversitas | Perguruan Tinggi

    Beberapa perguruan tingga kedinasan diantaranya adalah Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Sekolah Tinggi Sandi Negara (Lemsaneg), Sekolah Penjaga Lapas dan Imigrasi (Kementerian Hukum dan HAM), Politeknik Keuangan Negara STAN (Kementerian Keuangan), sekolah Pengamat Gunung Berapi (BMKG), dan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) (Kemendagri).

    Namun, untuk bisa masuk ke perguruan tinggi kedinasan tersebut tentu tidak mudah. Banyaknya pendaftar membuat persaingan semakin ketat. Berikut hal-hal yang harus dipersiapkan agar bisa lulus ke perguruan tinggi kedinasan.

    Persiapan ujian seleksi masuk sekolah kedinasan:

    1. Tes Administrasi
    - Nilai rata-rata > 7,0
    - Usia per tanggal 1 Desember 2016 minimal 17 tahun dan maksimal 20 tahun
    - Fotocopy KTP
    - Fotocopy Akte kelahiran
    - Fotocopy Ijazah / STTB (legalisir)
    - Surat Keterangan Berbadan Sehat
    - Surat Pernyataan belum pernah menikah
    - Pasfoto
    - Tidak cacat badan, bebas dari narkoba, psikotropika dan zat adiktif lainnya

    2. Tes Kesehatan
    - Sebelum tes, lakukan pemeriksaan kesehatan berupa tes mata, buta warna, gigi dan mulut, tekanan darah, rontgen paru-paru, detak jantung, tinggi dan berat badan. Hal ini untuk mengantisipasi jika ada penyakit-penyakit yang dapat menggugurka saat tes kesehatan

    3. Tes Kesamaptaan
    - Rajin berolahraga
    - Jangan mengkonsumsi minuman suplemen penambah energi

    4. Tes Psikotest
    - Pelajari materi tes psikotest
    - Istirahat dan makan yang cukup

    5. Tes Wawancara
    - Menjaga kesopanan
    - Tidak memotong pembicaraan
    - Menunjukan minat yang tinggi untuk menjadi mahasiswa di sekolah tersebut

    6. Tes Akademis
    - Mempelajari materi dan contoh soal dari tahun-tahun sebelumnya, umumnya mereka mempunyai pola yang sama, soal sejenis akan diujikan kembali
    - Dahulukan soal yang mudah baru yang sulit

    PDAT, ANGGA SUKMAWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.