Begini Rio Capella dan Sisca Berdebat Soal Duit dari Evy

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Teman mantan Sekjen Partai Nasdem Patrice Rio Capella, Fransisca Insani Rahesti alias sisca berjalan saat berada di ruang tunggu gedung KPK sebelum menjalani pemeriksaan, Jakarta, 29 Oktober 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Teman mantan Sekjen Partai Nasdem Patrice Rio Capella, Fransisca Insani Rahesti alias sisca berjalan saat berada di ruang tunggu gedung KPK sebelum menjalani pemeriksaan, Jakarta, 29 Oktober 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Nada suara mantan Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat Patrice Rio Capella meninggi saat mengikuti sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Rabu, 27 Desember 2016. Berulang kali alisnya bertaut. "Sakit jiwa ini," katanya sambil menggelengkan kepala.

    Rio hadir ke pengadilan menjadi saksi untuk terdakwa Gubernur Sumatera Utara nonaktif, Gatot Pudjo Nugroho, dan istrinya, Evy Susanti. Dalam ruang yang sama, hadir Fransisca Insani Rahesti, atau Sisca, sebagai saksi. Ia adalah kawan Rio yang memberikan uang suap dari Evy untuk Rio. Rio kesal mendengar kesaksian Sisca yang berbeda dengannya.

    Keduanya sengaja dihadirkan atas permintaan Majelis Hakim. "Kami minta kedua saksi dihadirkan untuk mengkonfirmasi," kata Ketua Hakim Sinung Hermawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Rabu, 27 Januari 2016. Saat keduanya menjadi saksi secara terpisah, Rio dan Sisca memberikan keterangan yang berbeda.

    Rio menyatakan tidak pernah meminta uang kepada Sisca maupun Evy. Saat menerima uang senilai Rp 200 juta, Rio menanyakan tujuan pemberian. "Itu uang kopi-kopi," kata Rio menirukan ucapan Sisca.

    Namun Sisca membantah. Menurut dia, Rio meminta bayaran untuk membantu Gatot memperbaiki hubungannya dengan Wakil Gubernur Sumatera Utara yang berasal dari NasDem. Ia juga mengatakan bahwa istilah "uang ngopi-ngopi" dicetuskan Rio saat mantan anggota DPR itu memberikan Rp 50 juta kepadanya. "Ini kan uang ngopi-ngopi," kata Sisca menirukan ucapan Rio saat ia menolak pemberian Rio.

    Keterangan kembali berbeda saat Rio menjelaskan alasannya memberikan uang Rp 50 juta kepada Sisca. "Sisca bercerita mengenai sekolah anaknya," kata Rio. Ia bermaksud membantu kawan kuliahnya tersebut.

    Namun Sisca menyatakan tak ada pembicaraan mengenai sekolah. Rio memberikan uang begitu saja. "Ini kan bukan apa-apa. Ini dari aku. Aku kan bukan korupsi," katanya menirukan Rio.

    Keduanya kembali berdebat mengenai lalu lintas uang Rp 200 juta yang diterima Rio. Rio menyatakan pada akhir Mei 2015, ia berusaha mengembalikan uang kepada Sisca. Namun hingga Juni uang tak sampai ke Sisca. Supir Rio yang diperintahkan mengembalikan uang tak bisa menghubungi Sisca.

    Usai KPK menangkap tangan rekan Sisca sesama pengacara, Rio kembali berusaha mengembalikan uang. Namun Sisca mengembalikan kembali uang tersebut tanpa sepengetahuan Rio. "Disimpan di jok depan mobil saya," katanya.

    Sisca kembali membantah. Menurut dia, Rio sengaja menyiapkan uang untuk dikembalikan ke Sisca setelah ada operasi tangkap tangan. "Saya siapkan uangnya besok," kata Sisca menirukan ucapan Rio saat mereka bertemu di sebuah restoran tak berapa lama usai penangkapan.

    Rio meradang mendengar jawaban Sisca yang berlawanan dengannya. "Ini kacau balau. Lain kemarin, lain sekarang. Saya saja pelakunya bingung," katanya dalam nada tinggi.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.