Golkar Kubu Agung Siapkan Enam Calon Ketua Umum, Siapa Saja?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Ancol, Agung Laksono bersama memberikan keterangan kepada awak media usai menggelar rapat konsultasi dengan DPD I Partai Golkar hasil Munas Ancol di Jakarta, 25 Januari 2016. Agung Laksono mendorong Tim Transisi menggelar Musyawarah Nasional ke-10 bukan Musyawarah Nasional Luar Biasa, sebagai ajang rekonsiliasi mengakhiri perselisihan internal Partai Golkar secara tuntas dan menyeluruh. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Ancol, Agung Laksono bersama memberikan keterangan kepada awak media usai menggelar rapat konsultasi dengan DPD I Partai Golkar hasil Munas Ancol di Jakarta, 25 Januari 2016. Agung Laksono mendorong Tim Transisi menggelar Musyawarah Nasional ke-10 bukan Musyawarah Nasional Luar Biasa, sebagai ajang rekonsiliasi mengakhiri perselisihan internal Partai Golkar secara tuntas dan menyeluruh. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Partai Golkar kubu Musyawarah Nasional Ancol mengatakan siap mengikuti Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar seperti yang diusulkan dalam Rapat Pimpinan Nasional Golkar yang digelar kubu Munas Bali. Dalam menghadapi Munaslub tersebut, Golkar kubu Agung Laksono itu menyiapkan enam calon yang akan maju menjadi Ketua Umum Golkar.

    "Mereka adalah Priyo Budi Santoso, Zainuddin Amali, Airlangga Hartarto, Agus Gumiwang, Agun Gunanjar, dan Gusti Iskandar," kata salah satu anggota Partai Golkar Dave Laksono saat dihubungi, Rabu, 27 Januari 2016. 

    Dave mengatakan tidak akan maju menjadi Golkar-1 dalam munaslub itu. Ayah Dave, Ketua Umum Golkar versi Munas Ancol, Agung Laksono, juga mengatakan tidak akan maju dalam pemilihan selanjutnya. Hal ini selaras dengan ketua umum Golkar versi Munas Bali, Aburizal Bakrie, yang juga menyatakan tidak akan maju lagi.

    Dave mengatakan Golkar versi Munas Ancol setuju Munaslub dilakukan selama kedua kubu yang berkonflik dipertemukan secara langsung. "(Kami) bukan menolak, tapi menyelenggarakan munas secara bersama. Sehingga, peserta, panitia, dan materi munas kita tentukan bersama-sama, bukan sendiri-sendiri," kata Dave.

    Sebelumnya Agung Laksono menyatakan satu-satunya jalan untuk mengembalikan Golkar pada islahnya adalah dengan melakukan Munas ke-10. Namun Tim Transisi Golkar, yang ditunjuk sebagai penanggung jawab penyelenggara musyawarah, sudah setuju hasil Rapimnas kubu Bali untuk menyelenggarakan Munaslub.

    "Dengan syarat tentu memperluas semua, Munas Riau maka semua harus ikut karena dasarnya kan Riau jadi Agung juga kan di situ," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga Ketua Tim Transisi Partai Golkar.

    Kubu Agung juga menekankan kepentingan datangnya dua kubu dalam Munaslub mendatang. "Apa pun itu namanya, yang penting rekonsiliatif, bukan hanya untuk mencari pengakuan dan untuk menyingkirkan mereka yang berbeda," kata Dave. Rencananya, Munaslub akan digelar pada Juni 2016.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.