Minus Anggaran, Kediri Serahkan Eks Gafatar ke Keluarga  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dipulangkan Ke Rumah, Eks Gafatar Bingung Tak Punya Harta Benda.

    Dipulangkan Ke Rumah, Eks Gafatar Bingung Tak Punya Harta Benda.

    TEMPO.CO, Kediri - Pemerintah Kabupaten Kediri tidak menyediakan anggaran khusus untuk merehabilitasi eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang dipulangkan dari Pontianak. “Sejauh ini tidak ada subsidi uang dari pemerintah untuk mereka,” kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Kediri Haris Setiawan kepada Tempo, Rabu, 27 Januari 2016.

    Penanganan diserahkan keluarga masing-masing yang siap menerima mereka kembali. Pemerintah daerah telah bertanggung jawab atas pemulangan warganya yang tergabung Gafatar. Selanjutnya, bersama tokoh agama, kepolisian dan TNI, mereka menjalani rehabilitasi mental dengan tanggung jawab masing-masing kecamatan dan lurah.

    Kebutuhan hidup mereka selanjutnya juga akan diserahkan kepada keluarga masing-masing di Kediri. Karena itu sebelum dijemput, pemerintah telah melakukan pendekatan kepada keluarga dan lingkungan mereka agar bersedia menerima dan tidak memusuhi para anggota Gafatar itu.

    Haris memastikan tak ada satu pun anggota Gafatar yang tidak memiliki keluarga. Hal ini diketahui saat proses penjemputan di kantor Bupati Kediri kemarin banyak keluarga mereka yang hadir. Namun demikian, beberapa orang kebingungan tempat tinggal lantaran seluruh harta benda, termasuk rumah, sudah terlanjur dijual. “Mereka akan ditampung oleh Dinas Sosial di panti rehabilitasi, tapi tak banyak.”

    Dia mencontohkan Katumi, 48 tahun, anggota Gafatar asal Kecamatan Pare yang terlanjur menjual seluruh harta dan rumahnya saat ini dalam proses mediasi dengan keluarganya. Katumi diketahui masih memiliki seorang anak yang siap menampungnya kembali. Katumi masih dititipkan kepada salah satu rumah warga dengan tanggung jawab perangkat Kecamatan Pare.

    Sementara itu, seorang ibu rumah tangga asal Kecamatan Banyakan sedang melahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah Gambiran Kota Kediri. Saat tiba di Kediri Selasa malam, ibu tiga anak ini hamil tua dan menjelang persalinan. “Dia menjadi tanggung jawab camat setempat,” kata Haris.

    Saat ini Pemerintah Kabupaten Kediri masih menunggu kedatangan rombongan kedua setelah pemulangan pertama yang membawa 22 orang.

    Berbeda dengan Kediri, Pemerintah Kabupaten Blitar mengalokasikan dana khusus bagi warganya yang mengikuti hijrah Gafatar. Masing-masing orang menerima donasi sebesar Rp 1 juta dari wakil bupati setempat dan jaminan kebutuhan hidup oleh pemerintah hingga mendapat pekerjaan kembali.

    “Kami akan bantu kehidupan mereka sampai mampu bekerja,” kata juru bicara Pemkab Blitar Puguh Imam Susanto.

    HARI TRI WASONO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?