13 Jenazah WNI Tenggelam di Johor, Malaysia, Telah Divisum

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokumen yang diketemukan di TKP dan akan diverivikasik lebih lanjut dengan 13 jenazah di RS Sultan Ismail. istimewa

    Dokumen yang diketemukan di TKP dan akan diverivikasik lebih lanjut dengan 13 jenazah di RS Sultan Ismail. istimewa

    TEMPO.CO, Johor Bahru - Sebanyak 13 jenazah warga Indonesia yang ditemukan di perairan pantai selatan Negara Bagian Johor, Malaysia, telah selesai divisum dinihari tadi.

    "Pukul 00.30 WS dinihari, telah selesai dilakukan visum untuk 13 jenazah korban kapal tenggelam di perairan Johor, Malaysia," kata Marsianda, Pelaksana Fungsi Konsuler 1 KJRI Johor Bahru, Malaysia, dalam pesan pendeknya kepada Tempo, Rabu pagi, 27 Januari 2016.

    Berdasarkan data mengenai identitas 13 WNI yang diperoleh dari KJRI Johor Bahru, WNI termuda bernama Doni, 12 tahun, dan berasal dari Kediri, Jawa Timur. Sebanyak 13 WNI yang tewas itu terdiri atas sembilan wanita dan empat pria.

    (Baca juga: Kapal Terbalik, Malaysia Temukan 13 Mayat Warga Indonesia)

    Selanjutnya, ucap Marsianda, pagi ini akan dilakukan identifikasi data-data dari 16 dokumen yang ditemukan di lokasi tenggelamnya kapal yang ditumpangi 13 WNI. Semua jenazah saat ini ditempatkan di Rumah Sakit Sultan Ismail, Johor.

    Polisi Malaysia menemukan 13 jenazah WNI di perairan selatan Johor pada hari Selasa kemarin. Kapal yang merek tumpangi terbalik diterjang gelombang tinggi.

    (Baca juga: Ini Penyebab Terhempasnya Kapal Pembawa Imigran Indonesia)

    "Para imigran itu rencananya ingin pulang ke Indonesia. Namun gelombang yang kuat dari Bandar Penawar, dekat Kota Tinggi, telah mengempaskan kapal mereka," ujar Kepala Polisi Daerah Kota Tinggi Rahmat Othman, seperti diberitakan Channel News Asia.

    Kapal diperkirakan membawa 30-35 penumpang. Jadi aparat kepolisian Malaysia masih mencari kemungkinan adanya penumpang lain di sekitar perairan itu.

    MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.