Soal Lawan Ahok 2017, Ridwan Kamil Akui Bertemu Prabowo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ridwan Kamil memberi sambutan saat peresmian jalur pedestrian di area factory outlet Jalan RE Martadinata, Bandung, 28 Desember 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Ridwan Kamil memberi sambutan saat peresmian jalur pedestrian di area factory outlet Jalan RE Martadinata, Bandung, 28 Desember 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Partai Gerindra dijadwalkan memanggil kembali Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pada Rabu, 27 Januari 2015, untuk mengikuti seleksi dan tes bakal calon Gubernur DKI Jakarta 2017. Namun Ridwan Kamil mengaku belum memutuskan akan hadir dalam seleksi tersebut. "Fifty-fifty lah," kata Ridwan Kamil saat ditemui di rumah dinasnya, Jalan Dalemkaum, Kota Bandung, Selasa, 26 Januari 2016.

    Jika memang tidak memungkinkan untuk datang langsung, Ridwan Kamil mengatakan akan mengikuti seleksi tersebut melalui telepon. "Saya banyak kegiatan juga. Enggak prioritas. Bisa via telepon juga. Jadi enggak harus secara fisik datang," tuturnya.

    SIMAK:
    CSIS: Sebaiknya Penantang Ahok Segera Deklarasi

    Hingga saat ini Ridwan Kamil masih bingung apa yang diinginkan partai berlambang kepala garuda tersebut kepadanya. "Saya mah cuma pengen tahu mereka maunya apa?" katanya.

    Ridwan Kamil mengaku telah bertemu dengan beberapa petinggi partai besar, seperti Prabowo Subianto dan Aburizal Bakrie, untuk membicarakan pencalonannya sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. "Saya juga tidak menjawab iya atau tidak. Saya cuma mendengarkan masukan dari mereka seperti apa," ucapnya.

    SIMAK: Survei CSIS: Ahok Tak Punya Lawan Sebanding

    Lagi-lagi Ridwan Kamil kembali mengatakan bahwa dia masih belum memikirkan pencalonan sebagai Gubernur DKI Jakarta 2017. "Saya butuh waktu untuk menghitung baik-buruknya. Saya pasti ambil keputusan yang terbaik, yang positifnya paling banyak, yang negatifnya paling sedikit," katanya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.