Nusron Wahid Minta Golkar Pulihkan Keanggotaannya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, menjawab pertanyaan wartawan usai meandatangani surat berita acara serah terima jabatan di Kantor BNP2TKI, Jakarta, 28 November 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, menjawab pertanyaan wartawan usai meandatangani surat berita acara serah terima jabatan di Kantor BNP2TKI, Jakarta, 28 November 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.COJakarta - Politikus Partai Golkar yang juga Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Nusron Wahid, sepakat jika partainya menggelar musyawarah nasional luar biasa. Dalam forum itu, dia berharap pemecatannya sebagai anggota dipulihkan.

    Nusron mengatakan tak ada alasan bagi Golkar tidak mengakui keanggotaannya. Apalagi langkahnya mendukung Jokowi saat ini justru ‎dilakukan juga oleh Golkar. "Saya dipecat, kan, karena dukung Pak Jokowi. Sekarang Partai Golkar sudah dukung Pak Jokowi. Berarti tingkat kebenaran saya sudah lebih dulu," kata Nusron di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 26 Januari 2016. ‎

    Baca juga: Rapimnas Golkar Aburizal Ditutup, Ini Hasilnya  

    Nusron Wahid dan Agung Gumiwang lolos ke Senayan setelah masing-masing berhasil mengumpulkan 243.021 dan 102.469 suara pada pemilihan legislatif. Namun keduanya kemudian dipecat Golkar lantaran menyatakan dukungan kepada pasangan Jokowi-Jusuf Kalla, sementara partai mereka mengusung pasangan Prabowo-Hatta.‎

    Partai Golkar yang dipimpin Ketua Umum hasil Musyawarah Nasional Bali, Aburizal Bakrie, akhirnya resmi mendeklarasikan dukungan kepada pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dukungan itu disampaikan pada rapat pimpinan nasional, Senin, 25 Januari 2016.‎
    ‎‎
    ‎Walaupun meminta ada pemulihan, Nusron mengaku belum berkoordinasi dengan sesama rekannya yang juga dipecat oleh Golkar, seperti Agus Gumiwang dan Poempida Hidayatulloh. "Belum, saya masih mengurusi BNP2TKI."

    FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.