Priyo Budi Tak Soal Munaslub Golkar, Syaratnya?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (dari kiri) Sekjen PKB, Abdul Kadir Karding, bersama Ketum Partai Golkar versi Munas Ancol, Agung Laksono, Sekjen PG Zainudin Amali dan Wakil ketua Priyo Budi Santoso, saat pertemuan, di kantor DPP Partai Kebangkitan Bangsa, Jakarta, 18 Maret 2015. TEMPO/Imam Sukamto.

    (dari kiri) Sekjen PKB, Abdul Kadir Karding, bersama Ketum Partai Golkar versi Munas Ancol, Agung Laksono, Sekjen PG Zainudin Amali dan Wakil ketua Priyo Budi Santoso, saat pertemuan, di kantor DPP Partai Kebangkitan Bangsa, Jakarta, 18 Maret 2015. TEMPO/Imam Sukamto.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Golkar hasil Musyawarah Nasional Ancol, Priyo Budi Santoso, tak mempermasalahkan siapa pun penyelenggara musyawarah nasional luar biasa. Kepengurusan Golkar hasil Munas Riau pun tak masalah apabila menjadi penyelenggaranya.

    "Riau yang dipimpin Aburizal Bakrie tidak apa-apa. Tapi Tim Transisi Golkar tetap memayungi," ujar mantan Wakil Ketua DPR periode 2009-2014 itu saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 26 Januari 2016.

    Priyo mengharuskan musyawarah nasional luar biasa diawasi Tim Transisi yang diketuai Wakil Presiden Jusuf Kalla dan penyelenggaranya merupakan kedua kubu yang berseteru, yakni kubu Aburizal dan kubu Agung Laksono. "Verifikasi peserta musyawarah nasional luar biasa juga melibatkan kedua belah pihak," kata Priyo.

    Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar yang diketuai Aburizal Bakrie pada 23-25 Januari 2016 memutuskan menggelar musyawarah nasional luar biasa dan secara resmi mendeklarasikan dukungannya kepada pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. 

    Priyo yang merupakan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Golkar Munas Riau menyambut baik deklarasi kubu Aburizal. "Berarti sekarang, kedua pihak sama-sama mendukung pemerintah. You're welcome. Welcome home," kata dia. "Orang bisa praduga macam-macam. Tapi ambil positifnya. Yang penting mendukung pemerintah, sudah sama dengan kami."

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.