Buku Bermuatan Radikal Ditemukan di PAUD Bengkulu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buku Anak Islam Suka Membaca untuk anak TK, yang memuat ajaran radikalisme di kantor Dinas Pendidikan, 20 Januari 2015. TEMPO/Imam Hamdi

    Buku Anak Islam Suka Membaca untuk anak TK, yang memuat ajaran radikalisme di kantor Dinas Pendidikan, 20 Januari 2015. TEMPO/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Bengkulu - Buku bermuatan ajaran radikal ditemukan pada buku pegangan anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) IT Baitul Izzah, Padang Harapan, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. "Saat kita mengetahui buku ini memuat ajaran radikal, bukunya langsung kita tarik," kata Novi Winarsih, pengurus PAUD Baitul Izzah, Selasa, 26 Januari 2016.

    Ajaran radikal itu ditemukan dalam edisi III dan IV buku berjudul Anak Islam Suka Membaca. Pada buku jilid III halaman 5 terdapat tulisan: “Di sini ada belati." Di halaman 9 terdapat: "Gegana ada di mana?" Kemudian di halaman 18: "Mati bela agama." Tidak hanya itu, di halaman 27 ada tulisan: "Bila agama kita dihina, kita tiada rela. Lelaki bela agama, wanita bela agama." Lalu di halaman 30: "Bahaya sabotase" dan "Topi baja kena peluru."

    Sementara itu, di jilid IV juga terdapat tulisan bermuatan ajaran radikal, yakni di halaman 5 berupa tulisan "jihad", halaman 12 "bom", halaman 20 "di jalan dakwah", dan "hati-hati manhaj batil".

    Seorang wali murid, Ekalya Vivianti, khawatir isi buku itu diajarkan kepada anak yang masih balita. "Kami harap pihak sekolah ke depannya lebih selektif memilih buku pedoman pendidikan yang akan diajarkan kepada anak-anak," ujarnya.

    Adapun pengelola sekolah menyatakan sedang mencari buku alternatif untuk menggantikan buku Anak Islam Suka Membaca itu.

    Buku dengan judul yang sama diterbitkan dan beredar sejak 1999 di Surakarta, Jawa Tengah. Buku yang ditulis oleh Nurani Mastain dan disunting oleh Ayip Syafruddin ini memang diedarkan hingga ke luar Jawa. Penyunting buku, Ayip Safrudin, sangat berterima kasih atas masukan terhadap buku ini. "Selanjutnya, masukan serta saran itu akan kami jadikan bahan untuk melakukan revisi," kata Ayip, Kamis, 21 Januari 2016.

    Tapi, menurut Ayip, pilihan kata serta kalimat dalam buku itu tidak dimaksudkan untuk mengarahkan anak didik pada pemahaman radikalisme. "Kecuali kalau memang sengaja dikait-kaitkan melalui penafsiran yang berbeda," ujarnya berkilah.

    Ayip mengatakan kata-kata yang dipilih dalam buku tersebut sudah sesuai dengan usia pembacanya. Sebab, penulisnya, Nurani Mustain, merupakan sarjana psikologi. "Semua sudah disesuaikan," katanya.



    PHESI ESTER JULIKAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.