3 Bulan Tidak ke Kantor, Wali Kota Bengkulu Ajukan Cuti Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dok. TEMPO

    Dok. TEMPO

    TEMPO.CO, Bengkulu - Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan kembali mengajukan perpanjang cuti izin sakit selama 35 hari atau 6 minggu untuk menjalani perawatan di Rumah Sakit Sultan Hospital Lahore, Pakistan. Padahal  adik kandung Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan itu telah cuti sejak sekitar Oktober tahun lalu.

    "Sejauh ini izin cuti Pak Wali Kota tidak mengganggu jalannya roda pemerintahan. Karena mandat untuk Wakil Wali Kota Patriana Sosialinda belum dicabut selama wali kota belum pulang," kata Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Marjon saat dikonfirmasi, Senin, 25 Januari 2016.

    Perpanjangan izin cuti ini pun, menurut Marjon, sesuai dengan rekomendasi dokter asal Pakistan Obaitkhan yang merawat Ketua Partai Amanat Nasional Provinsi Bengkulu itu. "Mengenai sanksi dari Kementerian Dalam Negeri, itu hanya bagi yang melanggar. Sekarang beliau izin ada keterangan dokter, salahnya dimana," katanya.

    Pemerintah Kota Bengkulu telah melayangkan pengajuan perpanjangan cuti ke Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk disampaikan ke Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam negeri.

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bengkulu Erna Sari Dewi berujar  izin berobat Wali Kota Helmi memenuhi persyaratan secara prosedural dan sah menurut undang-undang. "Kita juga tidak menemui adanya kejanggalan pada surat izin cuti yang dikeluarkan Dirjen Otda," ucapnya.

    Pelaksana Tugas tigas Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Sumardi menyatakan rekomendasi izin baru dapat dikeluarkan jika wakil Wali Kota telah memberikan keterangan mengenai penyakitnya beserta bukti-buktinya. "Kita hanya memastikan saja jika alasan beliau sakit itu benar, karena dia telah meninggalkan tugasnya selama tiga bulan," katanya.

    Alinasi Masyarakat Menggugat Wali Kota Bengkulu, yang merupakan gabungan mahasiswa di Bengkulu, menyatakan absennya wali kota memberikan imbas negatif terhadap seluruh program pembangunan sejak 2015.

    "Tidak hanya kemunduran pada sistem pemerintahan, legislator DPRD Kota Bengkulu juga mengalami kemunduran karena dianggap tidak melakukan fungsi pengawasan terhadap pemerintah daerah," ujar koordinator Aliansi, Feri Vandalis.

    Aliansi mendesak Helmi mundur dari jabatannya sebagai wali kota karena beberapa bulan tidak melaksanakan tugasnya. “Sudah hampir tiga bulan Wali Kota tidak ada di Bengkulu dan tidak tahu sebenarnya dia ke mana, izin sakit pun masih dipertanyakan,” ucap Feri.

    Ia megkritik DPRD yang melakukan pembiaraan terhadap izin cuti wali kota. “Patut diduga mobil dinas Toyota Rush yang baru saja didapat 35 anggota DPRD Kota Bengkulu membuat mereka masuk angin,” katanya.

    PHESI ESTER JULIKAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.