Polisi Selidiki Rumah Farah Meifira, 'Jubir' Gafatar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kitab ajaran Gafatar yang ditemukan pihak kepolisian di Pontianak, Kalimantan Barat. TEMPO/Aseanty Pahlevi

    Kitab ajaran Gafatar yang ditemukan pihak kepolisian di Pontianak, Kalimantan Barat. TEMPO/Aseanty Pahlevi

    TEMPO.CO, Pontianak - Juru bicara eks Gafatar, Farah Meifira, ternyata membuka praktek klinik Chiropractic di Jalan Surya, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Namun, setelah ditelusuri tidak ada alamat seperti yang tertera di situs resminya.

    “Informasi terkait dr. Farah Meifira sudah kita tindak lanjuti, hanya ada satu klinik pengobatan di Jalan Surya. Klinik tersebut bukan Chiropractic, tetapi akupuntur,” kata Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Pontianak, Ajun Komisaris Besar Polisi Veris Sepriansyah, Senin 25 Januari 2016. Polisi melakukan pengecekan di sepanjang Jalan Surya, sekitar pukul 09.00 WIB.

    “Klinik Karunia Agung, yang ada di Jalan tersebut bukan milik dr. Farah Meifira. RT setempat mendata rumah tersebut dikontrak oleh ahli akupuntur, warga Medan,” lanjutnya. Krisna Karuniawati, (35) pemilik klinik tersebut, menyatakan sudah setahun mengontrak di daerah tersebut, dan mengaku tidak mengenali Dr Farah Meirifa.

    Krisna juga mengantongi Surat Terdaftar Pengobatan Tradisional dari Dinas Kesehatan, Pemerintah Kota Pontianak. Supardi, ketua RT 04/RT 07 menyebutkan, Krisna memang terdaftar sebagai warga setempat sejak mengontrak rumah nomor 47 di Jalan Surya. “Selama ini tidak tampak ada orang yang datang secara rombongan di kawasan ini. Di klinik tersebut juga tidak ada hal-hal yang aneh,” kata Supardi, kepada pihak kepolisian.

    Krisna agaknya ketiban pulung. Pasalnya, situs www.holistic-clinic.net milik Farah Meifira mencantumkan alamat klinik pengobatannya berada di Jalan Surya. Lengkap dengan posisi GPS. Di dalam website tersebut juga dilengkapi dengan waktu konsultasi dan terapi, serta nomor telepon Farah. Di laman Dr Farah sendiri selain merupakan juru bicara Gafatar, disebut-sebut sebagai warga negara Australia, yang sudah 15 tahun menetap di negara Kanguru tersebut.

    Saat dihubungi melalui nomor telepon yang tertera di klinik tersebut, Farah tidak merespons sama sekali. Bahkan, akun Facebook miliknya, atas nama Farah Collins dinonaktifkan. Di dalam laman FB milik Farah, dia kerap meneruskan berita-berita terkait Gafatar.

    ASEANTY PAHLEVI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.