Eks-Gafatar: Dipulangkan ke Kampung Bukan Solusi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah keluarga  eks-Gafatar asal Jabodetabek memgemas barnag-barangnya saat berada di Dinas Sosial

    Sejumlah keluarga eks-Gafatar asal Jabodetabek memgemas barnag-barangnya saat berada di Dinas Sosial "Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2", Cipayung, Jakarta, 23 Januari 2016. Jumlah pengikut Gafatar yang dipulangkan diklaim mencapai 1.119 orang. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Semarang - Bekas anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) meminta solusi paska pemulihan usai dipulangkan dari tepat tinggal di Kalimantan. Mereka mengaku sudah tak punya  aset di tanah asal dan terlanjur  membuka usaha pertanian di Kalimantan.

    “Dipulangkan ke kampung bukan solusi, kami tak punya apa-apa justru kena  stigma eks,” kata Nuril Aji Angriono, 34 tahun, bekas anggota Gafatar saat ditemui di ruang tunggu penumpang di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Senin 25 Januari 2016.

    Sebanyak 351 eks anggota Gafatar yang dipulangkan dari Pontianak dengan KRI Gilimanuk mendarat di Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang Senin dini hari 25 Janurai 2016.

    Nuril berharap bisa melanjutkan cita-citnya yang telah membuka usaha pertanian di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten  Mempawah, Kalimantan Selatan. Dia bersama istri dan dua anaknya berangkat ke Mempawah pada 7 November 2015. Dia membantah telah pergi diam-diam, karena dia berpamitan dengan keluarga dan tetangga.

    Di permukimban baru di Kalimantan dia mengaku tak berbenturan dengan masyarakat setempat. Bahkan mereka sangat akrab, karena petani di sana perlu penggarap  untuk memproduksi  hasil pangan di lahan mereka yang luas. “Saat dievakuasi,  mereka (warga setempat ) mencari kami. Saat menuju ke pelabuhan tas saya dibawakan. Mereka baik,” kata Nuril.

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan sudah koordinasi dengan Menteri Sosial  untuk mencari soluasi yang diinginkan bekas  anggota Gafatar yang dikembalikan ke kampungnya. “Apakah mereka ditransmigrasikan? Saat ini pendekatan dulu terhadap mereka apa yang mereka inginkan,” kata Ganjar Pranowo usai mengunjungi di pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

    Menurut Ganjar, pemerintah siap membantu bila nanti eks-Gafatar ditransmigrasikan. Tapi dia memastikan eks-Gafatar tak akan dijadikan dalam satu kelompok.

    EDI FAISOL

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.