Polda DIY Akan Ambil Sidik Jari Pengikut Gafatar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak dari keluarga Eks Gafatar bermain di Pelabuhan Penumpang Tanjung Emas, Semarang sambil menunggu bus yang mengantarkan mereka ke Asrama Haji Donohudan, 25 Januari 2016. TEMPO/Budi Purwanto

    Seorang anak dari keluarga Eks Gafatar bermain di Pelabuhan Penumpang Tanjung Emas, Semarang sambil menunggu bus yang mengantarkan mereka ke Asrama Haji Donohudan, 25 Januari 2016. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.COYogyakarta - Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta mengirimkan tim identifikasi data diri bekas anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) ke Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah. Tim tersebut akan mendata satu per satu warga DIY yang sudah dipulangkan dari Kalimantan Barat. "Mereka akan diambil sidik jari," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Komisaris Besar Hudit Wahyudi, Senin, 25 Januari 2016.

    Warga Yogyakarta yang menjadi anggota Gafatar saat ini ditampung di Asrama Haji Donohudan. Nanti, setibanya mereka di Yogyakarta, kata Hudit, akan ada penyuluhan semacam deradikalisasi. Juga, pengembalian akidah dari keyakinan yang mereka anut sekarang. Sebab, menurut Majelis Ulama Indonesia, kata Hudit, akidah mereka keliru.

    Dari data awal, kata dia, sudah ada 44 orang asal Daerah Istimewa Yogyakarta yang ditampung di Donohudan. Namun, dari laporan sebelumnya, ada 272 warga Daerah Istimewa Yogyakarta yang akan dipulangkan dari Kalimantan.

    Hudit menambahkan, kepergian para anggota Gafatar ke Kalimantan dengan alasan bertani tersebut masih mengundang tanda tanya. Menurut Hudit, ada agenda terselubung dari gerakan bertani yang dijalankan Gafatar itu. Apalagi kepergian mereka tidak ingin diketahui keluarga dan kerabat.

    Polisi, kata Hudit, membentuk tim untuk memberikan penyuluhan serta pengamanan terbuka dan tertutup. Data-data yang diambil tersebut akan menjadi catatan untuk kepolisian. Data itu nantinya disinkronkan dengan data yang dimiliki Gafatar. "Mereka juga kami foto. Jika pada kemudian hari ada tindak pidana yang mereka lakukan, kan, tinggal kami cari," ujar Hudit.

    Kepala Bidang Humas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta Ajun Komisaris Besar Anny Pudjiastuti menyatakan, hingga kini, setiap hari masih ada laporan kehilangan anggota keluarga yang masuk ke Polda. Hingga Senin, 25 Januari 2015, setelah ditemukannya dokter Rica Tri Handayani pada 11 Januari lalu, sudah ada 104 orang dilaporkan hilang. 

    Namun, dari data awal 272 orang yang diketahui ikut eksodus ke Kalimantan, baru ada lima yang sesuai dengan data orang yang dilaporkan hilang. "Polisi juga masih berfokus mencari orang-orang yang dilaporkan hilang," tuturnya.

    MUH SYAIFULLAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.