721 Eks Anggota Gafatar Tiba di Penampungan Surabaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak bermain di halaman tempat penampungan eks-anggota Gafatar di Asrama Transito Dinas Transmigrasi dan Kependudukan Jawa Timur, Surabaya, 24 Januari 2016. Pendampingan bagi anak-anak bertujuan untuk mengembalikan kondisi psikis mereka. ANTARA/Zabur Karuru

    Anak-anak bermain di halaman tempat penampungan eks-anggota Gafatar di Asrama Transito Dinas Transmigrasi dan Kependudukan Jawa Timur, Surabaya, 24 Januari 2016. Pendampingan bagi anak-anak bertujuan untuk mengembalikan kondisi psikis mereka. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Surabaya - Eks anggota Gafatar asal Jawa Timur yang sudah tiba di tempat penampungan Balai Transito Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan Jawa Timur di Jalan Margorejo Nomor 74, Surabaya, sudah mencapai 721 orang.

    Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Jawa Timur Shofwan mengatakan mereka diangkut ke Surabaya menggunakan pesawat udara.

    Menurut dia, eks anggota Gafatar kloter pertama dan kedua yang tiba Sabtu pagi lalu sebanyak 389 orang. Disusul kloter ketiga yang tiba pada Minggu malam kemarin sebanyak 185 orang. Sedangkan kloter keempat ada 127 orang yang tiba Senin, 25 Januari 2016, pukul 00.36 WIB. “Jadi jumlah yang sudah tiba 721 orang,” ucap Shofwan, Senin.

    Setelah mendarat di Bandara Juanda, Surabaya, mereka diangkut ke tempat penampungan menggunakan bus Damri. Mereka tampak masih mengantuk dan lelah. Pasukan Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah Jawa Timur mengawal mereka secara ketat hingga tiba di tempat penampungan.

    Mereka terlebih dulu menjalani proses pendataan di sebuah aula berukuran 6 x 15 meter. Shofwan berujar, Balai Transito berkapasitas 600 orang dinilai mampu menampung eks anggota Gafatar. Mereka yang sudah tiba lebih dulu sudah ada yang dijemput petugas dari pemerintah kabupaten dan kota asal mereka.

    Shofwan meminta pemerintah kabupaten dan kota yang memiliki warga eks anggota Gafatar segera melakukan penjemputan. Dengan begitu, mereka bisa ditangani lebih lanjut di daerahnya, termasuk mengembalikan mereka ke kampung halaman.

    “Kami sudah koordinasikan dengan semua pihak, mulai jajaran pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, hingga RT dan RW,” tutur Shofwan.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.