Penderita Diabetes Ditemukan Tewas Bersandar di Ranjang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi pembunuhan. Tempo/Indra Fauzi

    ilustrasi pembunuhan. Tempo/Indra Fauzi

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Jalan Lintas Timur kilometer 40, Kelurahan Pangkalan Lesung, Pelalawan MS, 49 tahun, nekat bunuh diri dengan menancapkan pisau ke dadanya sendiri. Korban ditemukan tewas tersandar di atas tempat tidur dengan pisau masih menancap di dada.

    Diduga korban nekat mengakhiri nyawanya lantaran putus asa akibat penyakit diabetes yang dideritanya bertahun-tahun tidak kunjung sembuh. “Korban meninggal pertama kali ditemukan anaknya di tempat tidur,” kata Kepala Kepolisian Resor Pelalawan Ajun Komisaris Besar Ade Johan, Ahad, 24 Januari 2016.

    Korban melakukan aksi bunuh diri saat ditinggal anak dan istrinya ke luar rumah. Sebelumnya, korban sempat meminta pisau dengan alasan mengupas apel kepada sang istri. Tak lama berselang setelah ditinggal sendirian, korban nekat menghabisi nyawanya.

    Korban ditemukan tidak bernyawa oleh anaknya setelah setengah jam kemudian. Ade mengatakan, menurut keterangan keluarga, korban diduga mengalami depresi lantaran penyakit diabetes yang dideritanya sudah bertahun-tahun tidak kunjung sembuh.

    Sebelumnya, korban juga pernah melakukan upaya bunuh diri sebanyak tiga kali, tapi selalu berhasil digagalkan oleh keluarganya. “Aksi bunuh diri kembali diulang dengan menusukkan sebilah pisau dapur ke dadanya dengan sekali tikam, diduga tembus ke bagian jantung," ucap Ade.

    Menurut Ade, korban tewas sebelum dilarikan ke rumah sakit. Atas kejadian itu, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi jenazah. “Keluarga menerima atas meninggalnya korban,” ujarnya.

    RIYAN NOFITRA


      


     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.