Keluarga Gabung Gafatar, Kakek Asal Yogya Cari di Surabaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi berjaga di tempat warga eks-anggota Gafatar di halaman penampungan Asrama Transito Dinas Transmigrasi dan Kependudukan Jawa Timur, Surabaya, 24 Januari 2016. ANTARA/Zabur Karuru

    Polisi berjaga di tempat warga eks-anggota Gafatar di halaman penampungan Asrama Transito Dinas Transmigrasi dan Kependudukan Jawa Timur, Surabaya, 24 Januari 2016. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.COSurabaya- Bapak asal Sleman Yogyakarta ini tiba di lokasi penampungan dengan wajah kecapekan, dia membawa foto anak dan cucunya yang ikut bergabung dengan Gafatar di Mempawah, Kalimantan Barat. Muhammad Taufik, 54 tahun, warga Sleman, Yogyakarta, ini juga bertanya kepada petugas kepolisian serta petugas yang mendata warga eks Gafatar yang ditampung di Asrama Transito Dinas Transmigrasi dan Kependudukan Jawa Timur di Jalan Margorejo nomor 74 Surabaya.

    Namun, setelah bertanya-tanya dan keliling ke beberapa kamar di penampungan itu, Taufik belum menemukan anaknya yang bernama Diah Ayu Yulianingsih, 27 tahun, dan cucunya Raina, 2 tahun. “Saya sudah sebar keluarga saya untuk mencari di seluruh penampungan warga eks Gafatar, termasuk di Surabaya, Jakarta, serta Semarang,” kata Taufik kepada Tempo di lokasi penampungan di Surabaya, Minggu 24 Januari 2016.

    Menurut Taufik, anak dan cucunya itu pergi sejak 11 Desember 2015 lalu, kala itu berpamitan ke ulang tahun anak temannya di Monumen Yogya Kembali (Monjali). Tapi, ternyata dia berngkat ke Kalimantan untuk bergabung dengan Gafatar. “Saya tahu dia gabung Gafatar dari ponselnya yang rusak dan saya perbaiki, di sana ada lagu-lagu Gafatar dan beberapa komunikasinya untuk pergi ke Kalimantan,” kata dia.



    Bahkan, di ponsel  itu mereka menemukan foto-foto anggota eks Gafatar yang pernah datang ke rumahnya. Mengetahui data itu, kemudian dia berkonsultasi dengan semua pihak dan memperoleh informasi anaknya bergabung dengan Gafatar di Kalimantan Barat. “Saya langsung terkejut dan langsung mencarinya,” ujarnya.

    Gafatar

    Taufik mengaku sudah mencari anak dan cucunya itu ke beberapa tempat, termasuk ke daerah Kalimantan. Dia mengaku menyebar keluarganya untuk mencari di setiap penampungan, termasuk di penampungan yang ada di Surabaya, karena menurut pihak kepolisian yang dimintai keterangan, ada beberapa warga Yogyakarta yang terbawa ke penampungan Surabaya. “Makanya saya ke sini, barangkali anak saya ada di sini,” ujarnya sambil memastikan bahwa anak dan cucunya itu nihil di Surabaya.

    Namun begitu, ia mengaku masih akan terus menunggu di penampungan Surabaya. Sebab, masih ada kloter berikutnya yang akan membawa eks Gafatar ke penampungan tersebut. “Malam ini katanya banyak yang akan datang lagi, jadi saya akan tunggu terus,” ujarnya.


    MOHAMMAD SYARRAFAH

     

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.