Kisah Presiden Jokowi Memborong Burung dan Dapat Diskon

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kedua kanan), bertanya tentang harga jual burung ketika berkunjung ke Pasar Burung Pramuka, Jakarta Timur, 28 Februari 2015. Jokowi membeli ratusan ekor burung seperti Jalak, Kutilang dan Perkutut serta Tupai untuk dilepasliarkan di kawasan Istana Kepresidenan di Jakarta dan Bogor. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Presiden Joko Widodo (kedua kanan), bertanya tentang harga jual burung ketika berkunjung ke Pasar Burung Pramuka, Jakarta Timur, 28 Februari 2015. Jokowi membeli ratusan ekor burung seperti Jalak, Kutilang dan Perkutut serta Tupai untuk dilepasliarkan di kawasan Istana Kepresidenan di Jakarta dan Bogor. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo memborong puluhan burung di Pasar Depok Solo, Jawa Tengah, Minggu, 24 Januari 2016. Burung-burung itu dibeli Jokowi dari tiga kios yang berada di pasar tersebut.

    Ibu Negara Iriana membeli tiga pasang merpati yang berbeda, yaitu merpati gondok, merpati frillback, serta merpati chapuchine. Tiap pasang dihargai Rp 100-200 ribu.

    Sedangkan Jokowi membeli burung jalak kapas sejumlah 30 ekor. Dia juga membeli burung cucak keling, yang memiliki warna hitam dengan sorot mata merah. "Memborong 50 ekor," kata penjualnya, Eri Pungkas.

    Baca: Jokowi dicela aktivis satwa borong burung di pasar Pramuka

    Biasanya, Eri menjual burung sejenis seharga Rp 25 ribu tiap ekor. Hanya, kali ini dia memberikan diskon khusus kepada Presiden Jokowi. "Saya lepas dengan harga Rp 22 ribu per ekor," ujarnya.

    Menurut Eri, potongan harga itu diberikan bukan lantaran pembelinya adalah seorang presiden, melainkan karena jumlah yang dibeli Jokowi cukup banyak. "Saya beri harga grosir," tuturnya.

    Baca: Jokowi bawa 90 burung pasar pramuka ke Kebun Raya Bogor

    Burung cucak keling yang dibeli Jokowi merupakan jenis burung berkicau. Hanya, yang dibeli adalah burung yang masih belajar berkicau. "Kalau sudah jadi, harganya bisa mencapai Rp 200 ribu," ucapnya.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.