Akan Melahirkan, 3 Perempuan Eks Anggota Gafatar Batal Dipulangkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kanan) menghibur warga eks-Gafatar di Detasemen Pembekalan dan Angkutan Kodam XII/Tanjung Pura di Pontianak, Kalimantan Barat, 22 Januari 2016. Sebanyak 2.391 warga eks-Gafatar dari Kalbar akan segera dipulangkan ke daerah asal. ANTARA/Jessica Helena Wuysang

    Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kanan) menghibur warga eks-Gafatar di Detasemen Pembekalan dan Angkutan Kodam XII/Tanjung Pura di Pontianak, Kalimantan Barat, 22 Januari 2016. Sebanyak 2.391 warga eks-Gafatar dari Kalbar akan segera dipulangkan ke daerah asal. ANTARA/Jessica Helena Wuysang

    TEMPO.COPontianak - Pos Kesehatan Markas Perbekalan dan Angkutan Kodam XII Tanjungpura merujuk tiga perempuan eks anggota Gafatar ke Rumah Sakit TK II Kartika Husada, Pontianak, karena akan melahirkan. "Ada tiga perempuan yang kami rujuk, dua di antaranya sudah diinfus,” kata Lettu CKM dr Arief, dokter Rumah Sakit TK II Kartika Husada, Pontianak, Sabtu, 23 Januari 2016.

    Saat bersitegang dengan aparat lantaran menolak dipulangkan ke daerah asal, ternyata beberapa ibu hamil di penampungan warga eks anggota Gafatar tersebut mengalami kontraksi. Arief mengatakan ibu hamil tersebut akan menjalani perawatan di rumah sakit yang peralatannya lebih lengkap. 

    Menurut Arief, perlu pengawasan yang intensif bagi mereka lantaran ini bukan kehamilan yang pertama. “Karena jalan lahirnya sudah ada, harus ditangani. Takutnya tiba-tiba melahirkan.” 

    Atas rujukan dokter pos kesehatan penampungan warga eks anggota Gafatar di Bekangdam tersebut, akhirnya keluarga ibu hamil itu batal dipulangkan ke daerahnya. Seharusnya mereka akan dipulangkan begitu kondisi kesehatan ibu-ibu tersebut membaik. 

    Hingga hari ketiga pos kesehatan dibentuk, terdata ada 390 orang yang telah mendapat pengobatan. “Rata-rata keluhannya penyakit kulit, gangguan pencernaan, dan ISPA,” tuturnya.

    ASEANTY PAHLEVI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.