Sumbatan Kawah Terbuka, Gempa Bromo Beruntun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Tengger melintas kawasan pos Jemplang di gunung Bromo, Poncokusumo, Malang, Jawa Timur, 6 Januari 2016. Sampai saat ini, gunung dengan pemandangan yang eksotis ini masih mengeluarkan kepulan asap pekat. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Warga Tengger melintas kawasan pos Jemplang di gunung Bromo, Poncokusumo, Malang, Jawa Timur, 6 Januari 2016. Sampai saat ini, gunung dengan pemandangan yang eksotis ini masih mengeluarkan kepulan asap pekat. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Probolinggo - Kepala Subbidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Barat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Indra Gunawan mengatakan sumbatan kawah di Gunung Bromo sudah terbuka. Hal ini terindikasi dari kemunculan beragam jenis gempa yang berbarengan dengan aktivitas erupsi Gunung Bromo. "Gempa tektonik lokal bisa saja terjadi di dekat tubuh gunung api karena sering daerah vulkanik merupakan daerah patahan-patahan yang kadang berinteraksi dengan sistem magmatik," kata Indra, Sabtu, 23 Januari 2016. 

    Indra mengatakan sistem magmatik menjadi pengontrol sifat erupsi. "Sampai saat ini sifat erupsi Gunung Bromo masih relatif sistem magmatiknya terbuka," ujar Indra. Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bromo menunjukkan bagaimana beruntunnya gempa yang terjadi pada Bromo selama 24 jam terakhir.

    Pengamatan selama enam jam pertama pada Jumat pagi kemarin hingga pukul 12.00 WIB, 22 Januari 2015, tremor masih menerus dengan amplitudo maksimum 2-28 milimeter dominan 4 milimeter. Terjadi sekali gempa vulkanik dengan lama gempa 14 detik. Gempa letusan 4 kali dengan amplitudo maksimum 22-35 milimeter dan lama gempa 14-40 detik.

    Pengamatan enam jam kedua pada pukul 12.00-18.00 WIB, tremor masih menerus dengan amplitudo maksimum 2-23 milimeter dan dominan 5 milimeter. Terjadi 2 kali tektonik jauh dengan amplitudo maksimum 24-26 milimeter dan lama 45-48 detik. Terjadi juga 2 kali tektonik lokal dengan amplitudo maksimum 25-30 milimeter dan lama 31-32 detik. Gempa letusan teramati 7 kali dengan amplitudo maksimum 21-36 milimeter dan lama gempa 26-38 detik.

    Hasil pengamatan enam jam ketiga pada pukul 18.00-24.00 WIB menyebutkan, tremor masih menerus dengan amplitudo maksimum 2-25 milimeter dominan 4 milimeter. Terjadi 4 kali tektonik jauh dengan amplitudo maksimum 20-36 milimeter, 5 kali tektonik lokal dengan amplitudo maksimum 17-36 milimeter serta vulkanik dalam dengan amplitudo maksimum 36 milimeter. Terjadi juga 11 kali gempa letusan dengan amplitudo maksimum 16-27 milimeter.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.