Agung Laksono Tidak Sudi Hadiri Rapimnas Golkar, Alasannya?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua umum Partai Golkar hasil munas Ancol, Agung Laksono menjawab pertanyaan awak media, di Jakarta, 31 Desember 2015. Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly juga meminta kepada Mahkamah Partai untuk segera melaksanakan sidang sebagai landasan untuk melaksanakan Musyawarah Nasional dengan kedua kubu kepengurusan Agung Laksono dan Aburizal Bakrie. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua umum Partai Golkar hasil munas Ancol, Agung Laksono menjawab pertanyaan awak media, di Jakarta, 31 Desember 2015. Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly juga meminta kepada Mahkamah Partai untuk segera melaksanakan sidang sebagai landasan untuk melaksanakan Musyawarah Nasional dengan kedua kubu kepengurusan Agung Laksono dan Aburizal Bakrie. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Agung Laksono menyatakan tidak akan hadir dalam Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar. Ajudan Agung, Ari, mengatakan saat ini Agung berada di Singapura untuk suatu keperluan. Agung pun dipastikan tidak akan hadir dalam rapimnas yang dibuka nanti malam, Sabtu, 23 Januari 2016. “Bapak memang enggak mau (datang). Ini baru saja diantar, pulangnya Senin,” ujarnya.

    Adapun Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar hasil Musyawarah Nasional Bali, Akbar Tandjung, menyatakan tak tahu apakah Agung akan hadir dalam rapimnas yang dilaksanakan di Jakarta Convention Center itu. “Tapi Pak JK (Jusuf Kalla) sering menyebut, rapimnas itu akan melibatkan kepengurusan Munas Riau,” katanya.

    Menurut Akbar, tim transisi telah menyetujui digelarnya rapat pimpinan nasional oleh kepengurusan Golkar hasil Munas Riau. “Karena sesuai dengan skema rekonsiliasi yang muaranya adalah penyelenggaraan munas,” tutur Akbar. Pada 18 Desember lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla saat ditunjuk sebagai Ketua Tim Transisi Golkar telah menyepakati skema rekonsiliasi melalui rapimnas bersama Ketua Umum Golkar hasil Munas Bali, Aburizal Bakrie, dan juga Ketua Umum Golkar hasil Munas Ancol, Agung Laksono. 

    “Arahnya adalah penyelenggaraan munas. Rapimnas itu untuk pengesahan dan rencana munas,” tutur Akbar.

    Akbar berharap, dalam rapimnas yang digelar pada hari ini hingga 25 Januari tersebut, ada semangat rekonsiliasi di antara dua kubu yang saat ini tengah berkonflik, yakni kubu Aburizal dan kubu Agung. “Karena itu, Tim Transisi akan mengikuti dan mencermati rapimnas. Momen rapimnas ini akan banyak menentukan arah persiapan penyelenggaraan munas,” ucapnya.

    Tokoh senior partai berlambang beringin itu mengakui, dalam rapat perdana Tim Transisi Golkar di kediaman Kalla tadi malam, terjadi sejumlah perdebatan terkait dengan langkah-langkah yang perlu dilakukan tim itu dalam menghadapi persiapan penyelenggaraan munas sebagaimana yang telah direkomendasikan oleh Mahkamah Partai Golkar. “Perdebatan tentu saja ada,” katanya.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.