Napi Ba'asyir dan Aman Dipindah ke Penjara Khusus Pekan Depan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkopolhukam Luhut Panjaitan dan Menkumham Yasona Laoly. TEMPO/Prima Mulia

    Menkopolhukam Luhut Panjaitan dan Menkumham Yasona Laoly. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah berencana menempatkan narapidana khusus teroris di penjara khusus. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengatakan dua narapidana teroris yang akan ditempatkan di tahanan isolasi itu adalah Abu Bakar Ba'asyir dan Aman Abdurrahman.

    "Masih dua, yang hardcore-nya," kata Yasonna melalui pesan pendek, Jumat, 22 Januari 2016. Saat ditanya identitas dua narapidana itu, Yasonna belum membalasnya.

    Dia juga tak menjawab apakah Ba'asyir dan Aman akan ditempatkan di LP isolasi Gunung Sindur, Bogor, atau di lokasi lain. Menurut Yasonna, pemindahan akan dilakukan pekan depan.

    Sebelumnya, Menteri Koordinator ‎Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah siap memisahkan dan memindahkan para narapidana kasus terorisme. "Teroris tak lagi jadi satu, dibuatkan penjara sendiri," ujar Luhut.

    Luhut mengatakan tak semua narapidana terorisme akan dipisahkan. Pemerintah membagi empat klasifikasi para teroris, yaitu teroris ideologi, radikal, logistik, dan pelengkap atau penggembira.

    Menurut Luhut, hanya teroris pelengkap yang akan tetap berada bersama narapidana lainnya. Hal ini didasarkan, teroris tersebut tak akan punya kemampuan merekrut pengikut baru, karena kurang kuat secara ideologi.

    LINDA TRIANITA | FRANSISCO ROSARIANS

    Baca juga:
    ISIS di Indonesia Paling Kuat di Asia Tenggara

    HEBOH GAFATAR, 3 Ajaran Inilah yang Dianggap Menyimpang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.