Alasan Setya Novanto Rombak Fraksi Golkar DPR

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto saat mengikuti Rapat Paripurna Ke-15 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 18 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto saat mengikuti Rapat Paripurna Ke-15 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 18 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi Golkar di DPR RI, Setya Novanto, menganggap perombakan fraksi merupakan hal yang biasa. Menurut dia, perubahan di alat kelengkapan daerah tersebut sesuai aturan.

    "Perombakan fraksi sudah dilakukan sesuai prosedur," kata dia dalam pesan pendekya, Jumat, 22 Januari 2015. "Dilakukan atas penunjukan DPP Partai Golkar."

    Sebelumnya, perombakan besar-besaran dilakukan oleh Fraksi Partai Golkar dalam posisi kepengurusan di sejumlah Komisi dan Badan di DPR RI. Dalam surat bernomor SJ. 00.708/FPG/DPRRI/I/2016 itu, Ketua Fraksi Golkar, Setya Novanto, menukar beberapa posisi para kader Partai berlogo Beringin pada Kamis lalu.

    Sejumlah perubahan antara lain, Ketua Komisi III yang awalnya dipegang Aziz Syamsudin, diganti oleh Bambang Soesatyo. Bambang sendiri awalnya memegang jabatan sebagai Sekretaris Fraksi, sekarang digantikan oleh Aziz. Masih di Komisi III, John Kenedy Aziz digeser ke Komisi IX. Sementara Ade Komaruddin dari Komisi XI digeser ke Komisi IX.

    Bambang mengatakan SK perubahan ini diterimanya secara mendadak. Saking mendadaknya, ia menyangsikan Setya sudah berkoordinasi dengan Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie terkait perubahan ini.

    "Mudah-mudahan tidak memunculkan kegaduhan baru. Timing-nya, harusnya menunggu Rapimnas, Mahkamah Partai selesai," katanya. Walau begitu, ia mengaku siap menerima perintah apapun sebagai kader partai.

    Selain itu, perombakan juga terjadi di Komisi XI, Ketua Fadel Muhammad digeser menjadi Wakil Ketua Komisi VII menggantikan Satya Widya Yudha. Posisi Fadel di Komisi XI digantikan Ahmadi Noor Supit yang sebelumnya Ketua Badan Anggaran. Posisi Ketua Banggar  diisi Kahar Muzakir.

    Adapun di Komisi X Ridwan Hisyam yang sebelumnya menjabat sebagai wakil ketua, digantikan koleganya sesama Komisi X, Ferdiansyah. Nama lainnya adalah Budi Supriyanto yang digeser dari Komisi V ke Komisi X. Sedangkan Muhammad Misbakhun dari Komisi XI digeser ke Komisi II.

    Di dalam lembaga internal DPR, Tantowi Yahya yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua Komisi I, digantikan oleh Meutya Viada Hafid. Tantowi menggantikan Meutya sebagai Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen.

    Sedangkan dalam tubuh Mahkamah Kehormatan Dewan, Golkar yang awalnya diwakil oleh Kahar Muzakir, Ridwan Bae, dan Adies Kadir, digantikan oleh Lili Asdjudiredja, Saiful Bahri Ruray, dan Ahmad Zacky Siradj.

    HUSSEIN | EGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.