Banyuwangi Raih Juara Dunia dari Badan Pariwisata PBB  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menikmati pemandangan matahari terbenam di Pantai Pulau Merah, Banyuwangi, Jawa Timur, 8 Januari 2016. ANTARA/Zabur Karuru

    Warga menikmati pemandangan matahari terbenam di Pantai Pulau Merah, Banyuwangi, Jawa Timur, 8 Januari 2016. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyuwangi, Jawa Timur, berhasil menyabet juara dunia dalam ajang United Nations World Tourism Organization (UNWTO) Awards ke-12 yang berlangsung di Madrid, Spanyol, Rabu, 20 Januari 2016, waktu Spanyol.

    Ajang internasional yang diselenggarakan sejak 18 Januari 2016 tersebut merupakan penghargaan inovasi di sektor pariwisata yang diselenggarakan UNWTO, bidang pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    Dalam penghargaan tersebut, Banyuwangi menyabet gelar "The Winner of Re-Inventing Government in Tourism" dalam kategori UNWTO Awards for Innovation in Public Policy Governance atau Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola Pemerintahan.

    Baca juga : Indonesia Sabet Tiga Penghargaan dalam Acara Pariwisata PBB

    Dalam ajang tersebut, seperti dilansir Indonesia Travel, Banyuwangi mempresentasikan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan. Program yang digadang Pemerintah Kabupaten Banyuwangi ini memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) di bidang pariwisata.

    Capaian Banyuwangi itu menjadi istimewa. Sebab, sejak awal bergulirnya ajang penghargaan tersebut, yakni pada 2013, Indonesia tidak pernah sekali pun menjuarai penghargaan ini. Namun, dalam UNWTO Awards ke-12, Indonesia berhasil menyabet tiga penghargaan, yakni dua kategori menjadi the 1st runner up dan satu kategori menjadi juara pertama.

    Wakil lain dari Indonesia yang juga mendapatkan penghargaan pada UNTWO Awards ke-12 adalah Garuda Indonesia dalam kategori Innovation in Enterprises lewat program Bali Beach Clean Up dan Yayasan Karang Lestari dalam kategori Innovation in Non-Governmental Organizations melalui program Coral Reef Reborn.

    BAGUS PRASETIYO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.