439 Eks Anggota Gafatar Asal Jawa Barat Dipulangkan Hari ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga eks-Gafatar asal Kabupaten Bengkayang turun dari bus saat tiba di tempat penampungan di Detasemen Pembekalan dan Angkutan Kodam XII/Tanjung Pura, Pontianak, Kalimantan Barat, 21 Januari 2016. ANTARA/Jessica Helena Wuysang

    Warga eks-Gafatar asal Kabupaten Bengkayang turun dari bus saat tiba di tempat penampungan di Detasemen Pembekalan dan Angkutan Kodam XII/Tanjung Pura, Pontianak, Kalimantan Barat, 21 Januari 2016. ANTARA/Jessica Helena Wuysang

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Sulistio Pudjo mengatakan 439 eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Provinsi Jawa Barat akan dipulangkan hari ini, Jumat, 22 Januari 2016.

    "Itu semua yang berasal Jawa Barat yang akan diungsikan dari Kalimantan Barat," ujar Pudjo, Jumat, 22 Januari 2016.

    Baca juga : HEBOH GAFATAR, 3 Ajaran Inilah yang Dianggap Menyimpang

    Ia menjelaskan, sejumlah warga Jawa Barat yang bergabung dengan Gafatar tersebut telah bermukim di tiga kabupaten di Kalimantan Barat. Namun ia belum bisa memastikan sejak kapan mereka bermukim di Kalimantan Barat untuk gabung dengan Gafatar.

    "Rencananya, mereka akan dipulangkan menggunakan KRI Teluk Amboina menuju Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, Jawa Tengah," tuturnya.

    Di antara warga Jawa Barat yang bergabung dengan Gafatar di Kalimantan tersebut, ada anak-anak yang masih balita. Tercatat ada 17 balita asal Jawa Barat yang dibawa orang tua mereka ke kamp Gafatar di Kalimantan Barat.

    Kamp Gafatar di Mempawah, Kalimantan Barat, pada Selasa, 19 Januari 2016, dibakar masyarakat setempat. Pada hari itu juga, 796 eks anggota Gafatar yang sebelumnya menghuni kamp tersebut dievakuasi ke Markas Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura di Kota Pontianak, Kalimantan Barat

    IQBAL T. LAZUARDI S.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.