315 Warga Jatim Eks Gafatar Akan Dijemput Pulang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga eks-Gafatar berada di tempat penampungan di Detasemen Pembekalan dan Angkutan Kodam XII/Tanjung Pura di Pontianak, Kalimantan Barat, 20 Januari 2016. Sebanyak 1.119 warga eks-Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dievakuasi dari Kabupaten Mempawah karena diusir paksa oleh masyarakat setempat pada Selasa (19/1) kemarin. ANTARA/Jessica Helena Wuysang

    Warga eks-Gafatar berada di tempat penampungan di Detasemen Pembekalan dan Angkutan Kodam XII/Tanjung Pura di Pontianak, Kalimantan Barat, 20 Januari 2016. Sebanyak 1.119 warga eks-Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dievakuasi dari Kabupaten Mempawah karena diusir paksa oleh masyarakat setempat pada Selasa (19/1) kemarin. ANTARA/Jessica Helena Wuysang

    TEMPO.COJakarta - Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf mengatakan sebanyak 315 warga ikut menjadi anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Mereka diduga selama ini tinggal di Mempawah, Kalimantan Barat.

    "Jumlah itu bisa bertambah menjadi sekitar 500 orang. Kami masih terus memperbarui datanya," kata Syaifullah saat konferensi pers di kantornya, Kamis, 21 Januari 2016.

    Ratusan warga Jawa Timur yang ikut Gafatar itu berasal dari berbagai usia. Pemerintah provinsi mendeteksi bahwa mulai usia anak-anak, remaja, hingga orang dewasa tinggal di permukiman di Mempawah.

    "Semua jenjang usia ada di sini. Bahkan semua profesi mulai dokter, pegawai, hingga mahasiswa juga ada," ujarnya.

    Asisten III Bidang Kesejahteran Rakyat Pemerintah Provinsi Jawa Timur Sofwan mengatakan ratusan warga eks Gafatar itu adalah warga yang tinggal di 18 kota dan kabupaten Jawa Timur. 

    Kabupaten Gresik, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Trenggalek adalah beberapa wilayah di antara 18 kota dan kabupaten yang warganya menjadi anggota Gafatar. "Nanti kami akan pulangkan semua," katanya.

    Sofwan menjelaskan pemerintah provinsi akan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten atau kota untuk memulangkan para eks Gafatar. Selain itu, polisi dan militer akan dilibatkan untuk menjaga dan mengawasi kepulangan mereka.

    "Mereka keamanannya harus dijaga hingga dapat pulang ke rumahnya," kata Sofwan.

    Untuk eks Gafatar yang ternyata telah menjual rumahnya dan yang tidak punya pekerjaan, pemerintah provinsi masih akan berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk mencari solusinya seperti apa. "Kami akan identifikasi masalah mereka seperti apa, termasuk memberikan bimbingan," kata Sofwan.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.