Anggota Gafatar Kembali ke Jawa, Ini yang Harus Disiapkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga eks Gafatar berjalan membawa tas di pemukiman di kawasan Monton Panjang, Kalbar, 19 Januari 2016. Sebanyak 796 warga eks Gafatar di kawasan ini datang dari Pulau Jawa sejak tiga bulan lalu. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

    Sejumlah warga eks Gafatar berjalan membawa tas di pemukiman di kawasan Monton Panjang, Kalbar, 19 Januari 2016. Sebanyak 796 warga eks Gafatar di kawasan ini datang dari Pulau Jawa sejak tiga bulan lalu. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

    TEMPO.CO, Semarang - Peneliti Agama Balai Litbang Agama Semarang, Joko Tri Haryanto, menyatakan beberapa hal penting yang harus diperhatikan pemerintah saat menerima kepulangan eks pengikut Gafatar, di antaranya
    kesiapan akomodasi selama proses karantina yang harus dilakukan dengan layak dan manusiawi.

    “Hal ini juga harus disadari bahwa pada umumnya para pengikut hanyalah korban,” kata Joko di Semarang, Kamis, 21 Januari 2016.

    Joko menilai, program menerima bekas anggota Gafatar merupakan langkah awal yang paling penting dan mendesak. Program selanjutnya memerlukan persiapan yang lebih matang dalam proses pembinaan masa karantina.

    Joko menyoroti bekas pengikut Gafatar itu ada yang membawa anak-anak. Karenanya, perlu dipikirkan petugas khusus untuk menangani anak-anak. “Semacam children care center untuk memberi kegiatan positif bagi anak-anak selagi orang tua mereka menjalani pembinaan,” katanya.

    Menurut Joko, kondisi psikologis anak-anak tersebut perlu dipelihara untuk menghilangkan guncangan psikologi atau traumatis karena kepulangan yang agak tragis.

    EDI FAISOL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.