Walhi Kecam Newmont Buang Limbah di Laut Sawu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tambang Batu Hijau milik PT. Newmont Nusa Tenggara di Kecamatan Sekongkang, Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Tambang Batu Hijau milik PT. Newmont Nusa Tenggara di Kecamatan Sekongkang, Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.COKupang - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengecam pembuangan limbah beracun PT Newmont Nusa Tenggara di perairan Nusa Tenggara Timur.

    Kapal pembuang limbah PT Newmont diamankan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VII Kupang di Laut Sawu. "Kami memberikan apresiasi bagi TNI Angkatan Laut Kupang karena berhasil membekuk para penjahat lingkungan yang berencana merusak kawasan Laut Sawu," kata Direktur Walhi NTT Hery Naif kepada Tempo, Kamis, 21 Januari 2016.

    Lantamal VII Kupang menangkap kapal yang mengangkut ribuan ton limbah B3 milik PT Newmont Nusa Tenggara yang akan dibuang di perairan NTT pada Selasa, 19 Januari 2016.

    Limbah diangkut kapal dengan nama lambung Red Rock Voyage 1602 milik PT Meratus Line. Kapal itu mengangkut sekitar 11 kontainer yang berisi limbah tembaga dari PT Newmont. Kapasitas setiap kontainer sekitar 20 ton. Kapal itu disergap kapal Angkatan Laut Weling di Laut Sawu, kemudian dibawa ke dermaga Lantamal VII.

    “Kapal ini kami tangkap karena diduga membawa limbah beracun yang diduga akan dibuang di perairan NTT,” ujar Asisten Operasi Komandan Lantamal VII Kupang Kolonel Laut (P) M. Nazif kepada wartawan di Kupang, Selasa, 19 Januari 2016.

    Dari laporan Lantamal VII Kupang, diduga kapal tersebut membawa limbah pabrik milik PT Newmont Nusa Tenggara yang berada di Sumbawa Barat, NTB.

    Menurut Hery, dari kasus ini, Walhi menduga Newmont selama ini tidak memiliki tempat pembuangan (dam tailing) sehingga harus membuang ke laut. "Ini adalah kejahatan lingkungan," tuturnya.

    Untuk itu, dia meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral segera mengevaluasi Newmont Nusa Tenggara. Kasus ini sudah bisa dijadikan bukti awal untuk proses hukum agar membuat efek jera kepada perusahaan. "Mereka hanya ingin mendapatkan hasil tambang, tapi meninggalkan limbah beracun," ucap Hery.

    Hery juga meminta agar pemerintah segera melakukan audit lingkungan agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih parah di NTB dan NTT. "Perlu adanya audit sehingga lingkungan tidak dirusak."
     
    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.