300 Warga Yogyakarta Ada di Kamp Gafatar Mempawah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi mengawal warga eks-Gafatar saat dievakuasi dari permukiman mereka yang dibakar massa di kawasan Monton Panjang, Mempawah, Kalimantan Barat, 19 Januari 2016. ANTARA/Jessica Helena Wuysang

    Polisi mengawal warga eks-Gafatar saat dievakuasi dari permukiman mereka yang dibakar massa di kawasan Monton Panjang, Mempawah, Kalimantan Barat, 19 Januari 2016. ANTARA/Jessica Helena Wuysang

    TEMPO.CO, Sleman - Meski orang yang dilaporkan hilang dari DIY hanya 79 orang, tetapi warga DIY yang terdeteksi berada di kamp Gafatar di Mempawah sebanyak 300 orang. Dari jumlah itu, baru 50 orang yang terdata secara akurat nama dan alamat mereka. Di antara nama itu anya lima yang ada dalam daftar laporan orang hilang.

    "Terdeteksi sebanyak 300 orang dari Daerah Istimewa Yogyakarta, " kata Ajun Komisaris Besar Anny Pudjiastuti, Kepala Bidang Humas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (20/1).

    Baca: Kamp Gafatar DIbakar Massa

    Kamp di Mempawah yang diduga sebagai basis anggota Gafatar, dibubarkan massa. Bahkan mobil, tempat tinggal, serta musollanya juga dibakar. Sebanyak 700 orang dievakuasi polisi dan TNI. Di antara 700 orang di kamp itu, ada 300 orang dari DIY.

    Pemerintah dan kepolisian DIY beroordinasi dengan pemda dan Polda Kalimantan Barat. Saat ini sedang dilakukan pendataan untuk kemudian memulangkan mereka ke Yogyakarta.

    Polisi juga telah mengirim 100 anggota Brigade Mobil untuk menjemput mereka. Permintaan dari Markas Besar Kepolisian itu dipenuhi oleh Kepala Polda DIY, Brigadir Jenderal Erwin Triwanto. "Kami telah kirim 100 anggota Brimob," kata dia.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.