Deddy Mizwar Setuju Asing Masuk Film Indonesia, Syaratnya?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor senior Deddy Mizwar menutup Jambore Film Pendek 2012 di Graha Wisata Bumi Perkemahan Nasional, Cibubur, Jakarta, (25/11). ANTARA/Robi

    Aktor senior Deddy Mizwar menutup Jambore Film Pendek 2012 di Graha Wisata Bumi Perkemahan Nasional, Cibubur, Jakarta, (25/11). ANTARA/Robi

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor senior Deddy Mizwar menanggapi rencana pemerintah membuka pintu bagi investor asing dalam bisnis layar lebar. “Bagus itu agar jumlah layar untuk 260 juta rakyat Indonesia tersedia," katanya melalui pesan pendek, Rabu, 20 Januari 2016. Artinya, layar untuk film Indonesia bertambah banyak.”

    Deddy juga sepakat jika investor asing dibolehkan 100 persen terlibat dalam industri film dalam negeri. “Kalau bioskop boleh, tapi film yang mengisi bioskop harus diatur sesuai dengan undang-undang perfilman,” ujarnya kepada Tempo.

    Ia menjelaskan, Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman mengatur 60 persen layar untuk pemutaran film Indonesia. Terkait dengan aturan ini, Deddy mengatakan banyak pasal yang mesti direvisi. “Karena dikatakan bahwa yang dimaksud film Indonesia di situ adalah film Indonesia yang bermutu. Lah, siapa yang menilai bermutu atau tidak?”

    Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, serta Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah Rudy Salahuddin memastikan, kesepakatan 100 persen untuk membuka keran investasi asing di bisnis layar lebar akan dibawa ke rapat finalisasi tingkat menteri. “Mudah-mudahan tidak berubah (dari hasil rapat terbatas di Istana),” tutur Rudy.



    REZKI ALVIONITASARI/AYU PRIMA SANDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.