Antisipasi Teroris, Kapolres Ini Ajari Anggotanya Jadi Sniper  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Brennan Linsley

    AP/Brennan Linsley

    TEMPO.CO, Tuban - Kepala Kepolisian Resor Tuban Ajun Komisaris Besar Polisi Guruh Arif Darmawan terlibat dan menjadi instruktur langsung latihan menembak puluhan anggotanya. Targetnya, sebanyak 67 anggota dari sekitar 900 anggota Polres Tuban dilatih menjadi sniper alias penembak jitu.

    Latihan menembak digelar di Lapangan Markas Polres Tuban selama beberapa kali. Pesertanya anggota Sabhara Perintis, polisi lalu lintas, dan beberapa anggota reserse serta intelijen. Sedangkan materinya berupa menembak dari dalam mobil, menembak dari jarak dekat, dan antisipasi teror bom. “Kami belajar menembak jitu,” ujar Kapolres Tuban Ajun Komisaris Besar Polisi Guruh Arif Darmawan, Selasa, 18 Januari 2016. 


    Dia menambahkan, aksi teroris belakangan ini jelas membuat resah masyarakat. Polisi sebagai pelindung tentu harus punya kemampuan lebih, di antaranya punya keterampilan menjadi penembak jitu.

    Para anggota juga menggelar simulasi dan praktek menembak dengan senjata laras pendek dan panjang. Kemudian, menembak dengan berlindung di balik kendaraan roda dua dan empat. Juga berlatih dengan teknik menghadapi lawan saat tidak ada tempat berlindung.

    Kasus baku tembak antara polisi dan pelaku teroris di depan gedung Sarinah, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, jadi bahan diskusi dan latihan.

    Diawali bom di Pos Polisi, kemudian muncul pelaku yang menembakkan sasaran ke polisi. Selanjutnya, bagaimana polisi menghadapi lawan dengan posisi terbuka. “Sebagai polisi, mengasah keterampilan menembak penting,” ujar Ajun Komisaris Polisi Elis Suendayati kepada Temp,  Selasa, 19 Januari 2016.

    Belajar menembak, yang diikuti 67 anggota Polres Tuban, merupakan bagian dari peningkatan kemampuan menembak. Selama ini, penembak jitu sebagian besar mengandalkan anggota Brigade Mobil. Sedangkan polisi yang berdinas di daerah-daerah, setingkat Kepolisian Resor dan Kepolisian Sektor, sedikit yang berstatus penembak jitu.

    Rencananya, Kepolisian Resor Tuban berupaya mendidik anggotanya menjadi penembak jitu. Mereka ini akan dilatih secara rutin di Markas Brimob di Bojonegoro atau di Surabaya. Sedangkan latihan rutin juga dilaksanakan di Tuban. Untuk menguji kemampuan, para anggota sekali waktu diikutkan dalam lomba menembak. 

    Menurut Guruh Arif Darmawan, keahlian penembak jitu diupayakan dimiliki oleh polisi yang berdinas di daerah-daerah. Keahlian tersebut, kata dia, diperlukan kala ada acara tertentu yang membutuhkan pengawalan tamu negara dan pengawasan di daerah-daerah rawan.

    Dia menyebut, Kabupaten Tuban dikenal sebagai kawasan pesisir pantai utara, antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kasus-kasus tindak kejahatan di jalanan kerap terjadi. "Tentu dibutuhkan keterampilan membekuk pelaku kriminalitas dengan profesional," ucapnya.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.