Komnas HAM Temukan Indikasi Pelanggaran Oleh Polres Ternate

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penanganan massa oleh polisi. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    Ilustrasi penanganan massa oleh polisi. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    TEMPO.CO, Ternate- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas-HAM) menemukan indikasi pelanggaran HAM yang dilakukan polisi pada insiden perkelahian dua kelompok pemuda yang berakhir dengan tewasnya dua warga Kelurahan Toboko, Kota Ternate, awal Januari lalu.

    Komisioner Komnas HAM, Dianto Bachriadi berpendapat berdasarkan analisa sementara di lokasi kejadian perkara, pihaknya menilai polisi bersikap brutal saat membubarkan perkelahian tersebut. Dianto mengaku juga mendapatkan data soal indikasi penyalahgunaan prosedur pengamanan massa oleh polisi.

    "Karena itulah, temuan ini rencananya akan kami verifikasi dengan temuan versi polisi. Kami juga akan mencoba mencocokan dengan bukti-bukti lain seperti pengakuan korban, dan saksi mata. Langkah ini penting dilakukan sebelum rekemondasi Komnas HAM dikeluarkan," kata Dianto kepada Tempo, Selasa, 19 Januari 2016.

    Dianto menambahkan, jika nanti ditemukan fakta seperti dugaan semula, Komnas HAM rencananya akan merekomendasikan penutasan kasus tersebut secara profesional dan transparan. Pihaknya  akan meminta Kapolri untuk mengevaluasi kinerja aparat Polres Ternate.

    "Ini penting agar bisa menjadi bahan evaluasi kinerja untuk polisi. Namun  rekomendasi Komnas HAM baru akan dikeluarakan setelah kami merampungkan investigasi lapangan," ujar Dianto.

    Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara Brigadir Jenderal Zulkarnain mengatakan polisi  masih melakukan penyidikan untuk mengungkap motif yang terjadi dalam insiden Toboko. Empat  polisi yang dianggap lalai dalam pengamanan saat itu, kata dia, sudah ditahan.

    "Yang pasti kasus ini kami seriusi, satu orang anggota polisi sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Kami berharap masyarakat bisa bersama-sama  menuntaskan kasus ini secara baik," kata Zulkarnain.

    Sebelumnya, upaya melerai perkelahian antarpemuda oleh aparat Polrse Ternate pada Sabtu, 9 Januari 2016, justru berujung pada jatuhnya dua korban jiwa. Mereka adalah Dedi Rinaldi, 29 tahun, yang tewas akibat terseret  truk huru-hara polisi dan Zulkifli Hasim, 24 tahun, karena tertembak di bagian dahi.

    Adapun tiga  warga lainnya, Fadli Apison, 25 tahun; Fitra Riski, 15 tahun; dan Nasrun Kisuma 45 tahun kritis. Mereka tertembak di bagian kaki dan saat ini masih di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah Chassan Bossorie Ternate.

    BUDHY NURGIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.