Bengkulu Tak Persoalkan Keberadaan Gafatar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Formulir organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) diperlihatkan di kawasan Alauddin, Makassar, Sulawesi Selatan, 13 Januari 2016. Pasangan Hasrini Hafid dan suaminya Abdul Kadri Nasir dilaporkan hilang oleh orangtuanya sejak November 2015 lalu. TEMPO/IqbaL lubis

    Formulir organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) diperlihatkan di kawasan Alauddin, Makassar, Sulawesi Selatan, 13 Januari 2016. Pasangan Hasrini Hafid dan suaminya Abdul Kadri Nasir dilaporkan hilang oleh orangtuanya sejak November 2015 lalu. TEMPO/IqbaL lubis

    TEMPO.CO, Bengkulu - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Bengkulu mengatakan tidak mempermasalahkan keberadaan organisasi kemasyarakatan Gerakan Fajar Nusatara (Gafatar) di daerah itu selama aktivitas mereka masih wajar dan normal.

    "Jika aktivitas mereka masih normal-normal saja, maka keberadaan Gafatar di daerah ini biarkan saja berjalan, tapi terus dipantau secara ketat agar mereka tidak mengajak masyarakat menjadi radikal," kata Kepala Kanwil Kemenag Suardi Abbas di Bengkulu, Selasa, 19 Januari 2016.

    Suardi mengatakan telah menginstruksikan masing-masing kanwil Kemenag kabupaten untuk mendata dan memantau aktivitas organisasi Gafatar.

    Berdasarkan hasil pantauan Kemenag, aktivitas Gafatar ditemukan di beberapa kabupaten. Hanya saja aktivitas organisasi ini masih berupa kerja bakti, gotong-royong, dan aktivitas sosial lainnya yang tidak menimbulkan keresahan masyarakat.

    "Kita akan terus pantau, jika kegiatan mereka sudah mengarah ke radikal, maka akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Suardi.

    Masih berdasarkan data yang dikumpulkan, menurut Suardi, jumlah terbanyak pengikut ormas ini ada di Kabupaten Bengkulu Utara, dan dalam aktivitas pantauan ketat Kemenag setempat. 

    Pemantauan terus dilakukan, jika aktivitas organisasi tersebut mengarah ke tindakan radikalisme, organisasi dan pengikutnya akan dikenai sanksi tegas berdasarkan konstitusi.

    Tim Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (PAKEM) Kejaksaan Negeri Kepahiang memastikan tidak ada aktivitas ormas yang dinilai menyimpang di Kabupaten Kepahiang, terutama aktivitas Gafatar.

    “Kami terus memantau ormas dan tidak ada aktivitas Gafatar di Kepahiang,” seperti yang disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Kepahiang Wargo melalui Kepala Seksi Intelijen Kejari Kepahiang Rudolf saat dihubungi.

    Ia mengakui bahwa tahun lalu sekitar Juni 2015, ormas ini sempat akan mendaftarkan organisasinya tapi batal karena tidak dapat memenuhi persyaratan administrasi.

    Rudolf menambahkan, Kejari Kepahiang dan PAKEM akan terus memantau maupun menyelidiki setiap aliran atau ormas yang dinilai menyimpang.

    PHESI ESTER JULIKAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.