Warganya Jadi Terduga Teroris, Ini Respons Bupati Enthus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ki Enthus

    Ki Enthus

    TEMPO.CO, Tegal - Bupati Tegal Enthus Susmono mengutuk keras serangan teror yang dilakukan sekelompok orang di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis pekan lalu. Menurut dalang nyentrik ini, terorisme merupakan musuh masyarakat yang harus dibasmi bersama-sama.

    Enthus mengaku prihatin ada salah satu warganya yang tewas dan diduga terlibat dalam pengeboman di kawasan Sarinah itu. Bahkan, sehari setelah peristiwa itu, Ali Mahmudin, warga Langgen, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, yang sudah lama diintai ditangkap Densus 88 Antiteror. Dian Juni Kurniadi, 25 tahun, salah satu pelaku serangan teror di Thamrin, juga merupakan warga Tegal.

    Pada Selasa, 19 Januari 2016, pihaknya langsung menggelar pertemuan dengan masyarakat di Balai Desa Langgen. Warga dan sejumlah elemen masyarakat dihadirkan untuk mendapatkan sosialisasi tentang pencegahan terorisme. Pertemuan itu juga disiarkan secara langsung melalui saluran radio lembaga penyiaran publik lokal milik Pemerintah Kabupaten Tegal.

    Enthus mengatakan peristiwa bom Thamrin harus menjadi evaluasi bersama. Pihaknya mengaku sudah mengerahkan semua ketua RT dan RW serta camat untuk memantau aktivitas warga yang terindikasi mengarah ke gerakan terorisme. “Sudah kami kerahkan semua untuk mendeteksi sejak dini,” ujar pria yang akrab disapa Ki Enthus tersebut.

    Upaya pencegahan lain, tutur Ki Enthus, adalah menyampaikan imbauan tentang bahaya terorisme melalui pengajian dan pentas wayang. “Ketika wayangan nanti, saya sampaikan juga soal bahaya terorisme,” ucapnya. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tegal Firdaus Assyairozi juga mengutuk keras peristiwa teror bom Thamrin. Dia berharap masyarakat bisa bahu-membahu melawan terorisme di lingkungan sekitar.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ

     



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.