Blog Bahrun Naim, Rudiantara: Patah Tumbuh Hilang Berganti

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo alias Bahrun Naim. ANTARA/DOK SOLOPOS/Dwi Prasetya

    Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo alias Bahrun Naim. ANTARA/DOK SOLOPOS/Dwi Prasetya

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara angkat bicara soal blog pribadi terduga otak teror bom Thamrin, Muhammad Bahrunnaim Anggih Tantomo alias Bahrun Naim, yang sudah diblokir pemerintah pada Kamis lalu, namun aktif lagi dengan nama baru.

    “Media sosial itu patah tumbuh hilang berganti. Bahrun Naim dari tahun berapa sudah ada. Sudah ditutup, keluar lagi keluar lagi,” kata Rudiantara saat ditemui di gedung BRI II, Jakarta Pusat, Selasa, 19 Januari 2016.

    Rudiantara mengatakan bahwa bisa saja ada pihak lain yang meneruskan blog tersebut. Tapi, lanjutnya, permasalahannya adalah adanya akun atau situs yang memang sengaja tidak langsung diblokir.

    “Akun atau situs yang mengandung konten radikalisme, tapi untuk keperluan aparat keamanan tidak langsung diblok. Mereka perlu melakukan penyelidikan, ini lari ke mana, link ke mana,” katanya.

    Rudiantara mengaku sejak 2 Desember 2015, pihaknya sudah memberikan akses khusus kepada Polri, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Badan Intelijen Negara untuk langsung memblokir.

    “Mereka lebih tahu konten radikalisme dan terorisme. Kalau memang mereka mengetahui dan menurut mereka harus diblokir ya langsung saja.”

    Untuk mengatasi keresahan masyarakat terhadap munculnya situs yang menyebarkan radikalisme tersebut, Rudiantara juga sudah melakukan koordinasi dengan aparat hukum mengenai jangka waktu penutupan situs tersebut.

    “Supaya juga tidak terlalu lama di masyarakat. Tapi alasan mengapa belum diblok, itu untuk kepentingan penyelidikan,” tuturnya. “Kami juga sudah menambah orang untuk mencari akun dan situs yang bermuatan konten itu biar masyarakat tenang.”

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.