Keluarga Enggan Komentari Kembalinya Blog Bahrun Naim  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo alias Bahrun Naim. ANTARA/DOK SOLOPOS/Dwi Prasetya

    Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo alias Bahrun Naim. ANTARA/DOK SOLOPOS/Dwi Prasetya

    TEMPO.CO, Solo - Blog pribadi yang diperkirakan milik Muhammad Bahrun Naim Anggih Tantomo alias Bahrun Naim, terduga otak pelaku teror Thamrin, kembali aktif setelah sempat diblokir pemerintah pascateror Kamis lalu. Blog pribadinya yang semula beralamat www.bahrunnaim.co muncul dengan nama baru, www.bahrunnaim.site, sejak Senin, 18 Januari 2016.

    Kemunculan blog ini menarik sejumlah pihak lantaran Bahrun dituding memiliki keterkaitan dengan teror Thamrin, Jakarta. Tempo mencoba menghubungi keluarga Bahrun di Solo, Jawa Tengah. Pihak keluarga enggan mengomentari blog tersebut. "Wah, saya malah tidak tahu blog dia apa," kata adik Bahrun, Dahlan Zaim, Selasa, 19 Januari 2016.

    Dahlan mengakui, selama ini, kakaknya gemar menulis di blog. Tapi, soal konten blog yang berisi propaganda, Dahlan tidak tahu. "Setahu saya, dia dulu aktif ngeblog untuk cari penghasilan di AdSense," katanya. AdSense adalah program kerja sama periklanan melalui media Internet yang diselenggarakan oleh Google.

    Bahrun dikenal sebagai ahli komputer. Lulusan D3 Jurusan Ilmu Komputer Universitas Sebelas Maret ini disebut-sebut mampu meretas. Di blog pribadinya, Bahrun mengaku berhasil meretas sistem sehingga bisa memperoleh visa masuk Turki. Hal tersebut membuat bekas terpidana kasus kepemilikan senjata api itu bisa melenggang ke Suriah.

    Blog baru itu mengunggah ulasan serangan berjudul Nasehat untuk Penonton. “Serangan tersebut adalah bentuk qishash (pembalasan) terhadap serangan pasukan salibis terhadap kaum muslimin di Indonesia,” bunyi tulisan dalam www.bahrunnaim.site, Senin, 18 Januari 2016. Dalam serangan teror Thamrin, bunyi tulisan di blog Bahrun, Junud Daulah Islam di Indonesia sengaja menargetkan aparat kepolisian dan warga asing di Indonesia.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.