Jokowi Ucapkan Selamat kepada Ade Komarudin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ade Komarudin saat memberikan keterangan pers usai menggelar rapat dengan Pimpinan Fraksi di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 18 Januari 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ade Komarudin saat memberikan keterangan pers usai menggelar rapat dengan Pimpinan Fraksi di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 18 Januari 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengucapkan selamat kepada Ade Komarudin yang menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat menggantikan Setya Novanto. Ucapan itu disampaikan menjelang rapat konsultasi dengan pemimpin lembaga tinggi negara di Istana Negara, Selasa pagi, 19 Januari 2016. 

    "Saya ingin mengucapkan selamat atas pelantikan Bapak Ade Komarudin sebagai Ketua DPR yang baru," kata Jokowi saat memberikan sambutan. "Saya yakin kepemimpinan beliau di DPR membuat lembaga itu dipercaya rakyat dalam mengemban fungsi sebagai representasi rakyat, representasi politik."

    Presiden mengadakan rapat konsultasi mengenai revisi Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Jokowi mengaku senang bisa bersilaturahmi dengan para pemimpin lembaga negara dalam forum rapat konsultasi itu. "Tujuan silaturahmi ini adalah meneguhkan semangat, tekad, dan komitmen membangun Indonesia," ucapnya.

    Rapat konsultasi ini, ujar Presiden, juga bertujuan membangun sinergi antarlembaga tinggi negara. Pemimpin lembaga tinggi negara yang hadir di antaranya Ketua DPR Ade Komarudin, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang, Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman, dan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Harry Azhar Azis.

    Sedangkan menteri Kabinet Kerja yang hadir adalah Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Pandjaitan, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly.

    ANANDA TERESIA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.