Anggaran Kunjungan Kerja DPRD Cirebon Rp 5,8 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung DPRD Kota Cirebon. TEMPO/Subekti

    Gedung DPRD Kota Cirebon. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Cirebon - Sebanyak Rp 5,8 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2016 disiapkan untuk kunjungan kerja anggota DPRD Kota Cirebon. Dana sebesar itu masih akan ditambah lagi pada APBD perubahan 2016 mendatang.

    Anggaran sebesar itu pun dibenarkan oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Cirebon, Sutisna, Senin 18 Januari 2015. “Tahun ini dialokasikan dana sebesar Rp 5,8 miliar untuk kunjungan kerja,” kata Sutisna.

    Alokasi anggaran sebesar itu menurut Sutisna digunakan untuk mencukupi kebutuhan kunjungan kerja (kunker). Baik itu kunker komisi kerja, panitia khusus (pansus) maupun alat kelengkapkan lainnya. “untuk mengcover semuanya, baik itu kunjungan kerja komisi, pansus, BPPD, BK dan lainnya, termasuk untuk Setwan,” kata Sutisna.

    Selain anggaran untuk kunker, pada APBD 2016 pun dianggaran dana reses sebesar Rp 1,9 miliar. “Untuk reses kami hanya alokasikan untuk dua kali masa kegiatan reses,” kata Sutisna. Selain itu juga ada anggaran untuk makan dan minum (mamin) kegiatan rapat di gedung dewan sebesar Rp 700 juta.

    Sedangkan untuk peningkatan kapasitas anggota dewan, seperti bimbingan teknis (bintek) dalokasikan anggaran sebesar Rp 1,1 miliar. anggaran tersebut digunakan untuk 6 kali kegiatan bintek.”Untuk bintek maksimal 8 kali. Tapi kita rencanakan tahun ini hanya 6 kali saja,” kata Sutisna.

    Sementara Ketua DPRD Kota Cirebon, Edi Suripno, mengungkapkan jika anggaran kunker tersebut kemungkinan bisa ditambah pada APBD perubahan 2016 mendatang. “Akan diusahakan ditambah, tapi jumlahnya belum tahu,” kata Edi. Penambahan ini menurut Edi dikarenakan anggaran yang mereka miliki sangat kecil dibandingkan anggaran yang ada di daerah-daerah lain. Untuk DPRD Kabupaten Cirebon saja, lanjut Edi anggaran kunker bisa sekitar Rp 30 juta.

    IVANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.