Polisi Selidiki Keaslian Suara Bahrun Naim di Sound Cloud

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhammad Bahrun Naim. ANTARA/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha

    Muhammad Bahrun Naim. ANTARA/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia menyelidiki keaslian suara Bahrun Naim, terduga otak serangan di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, yang beredar di dunia maya pascateror tersebut. “Apakah itu rekaman asli atau tidak, belum dipastikan,” ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan kepada wartawan, Senin, 18 Januari 2016.

    Menurut dia, polisi harus memastikan keaslian suara yang diunggah situs berbagi file audio, Sound Cloud, sebelum menyelidiki lebih lanjut. Pasalnya, kata dia, bisa saja rekaman tersebut bukan berasal dari Bahrun Naim dan tidak ada kaitannya dengan teror bom Thamrin. Namun jika rekaman tersebut asli, pihaknya juga masih mengkaji secara mendalam mengenai tujuan Bahrun Naim.

    Untuk mengetahui itu, dalam waktu dekat, polisi bakal meminta bantuan tim dari luar negeri untuk menyelidiki. Pihaknya berencana meminta rekaman suara asli Bahrun Naim untuk kemudian dibandingkan dengan suara yang beredar di Internet.

    Anton tidak bisa berkomentar banyak terkait dengan peredaran rekaman tersebut.

    Ihwal peran Bahrun Naim, polisi menemukan aliran dana dari Suriah ke Indonesia. Kata dia, polisi masih mendalami pengirim dan penerima dana tersebut.

    Suara yang diduga Bahrun Naim diunggah ke sebuah situs. Rekaman berdurasi enam detik itu diyakini sebagai suaranya. “Lha wong saya itu jarang online, dikira komunikasi? Komunikasi dari Hong Kong?” kata seseorang yang diduga Bahrun Naim.

    Rekaman tersebut tersebar cepat. Sejumlah pihak meyakini bahwa itu adalah suara Bahrun Naim.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.