Jurus Ade Komarudin Menjadi Juru Lobi di DPR

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR dari Fraksi Golkar, Ade Komarudin bersiap mengikuti proses pelantikan menjadi Ketua DPR pada Sidang Paripurna ke 16 MP III TS 2015-2016 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 11 Januari 2016. Ade Komarudin resmi menjabat Ketua DPR menggantikan Setya Novanto yang mengundurkan diri. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Anggota DPR dari Fraksi Golkar, Ade Komarudin bersiap mengikuti proses pelantikan menjadi Ketua DPR pada Sidang Paripurna ke 16 MP III TS 2015-2016 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 11 Januari 2016. Ade Komarudin resmi menjabat Ketua DPR menggantikan Setya Novanto yang mengundurkan diri. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Ade Komarudin memang layak mendapatkan julukan "Don" karena kepiawaiannya dalam membantu orang meraih suatu jabatan tertentu. Lewat Ade, orang-orang yang bertekad meraih jabatan tertentu melalui pemilihan di parlemen selalu berhasil.

    "Mungkin saya dikenal bertangan dingin. Kalau bantu orang, biasanya saya berhasil," kata politikus Partai Golongan Karya itu kepada Tempo di ruang kerjanya, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 13 Januari 2016. 

    Menurut Ade, keterampilannya itu bisa diraih karena pergaulannya yang luas. Selain itu, kepercayaan juga berpengaruh ketika ia membantu teman-temannya meraih suatu posisi. Dia pun menuturkan antara kata dan perbuatan tidak boleh bertentangan satu dengan yang lain. 

    "Hati-hati kalau itu. Pagi tempe, siang tahu, jangan. Bagi pemimpin, mulut itu penting. Kalau dia biasa menipu orang, orang malas. Kalau orang mulutnya dapat dipercaya, salaman sekali, selesai," ujar pria yang akrab disapa Akom itu sembari tertawa. 

    Akom mengatakan, saat membantu seseorang, ia selalu melihat visi dan niat orang tersebut. Orang itu pun, menurut dia, harus memiliki integritas yang tinggi. "Selain itu, acceptable atau enggak. Kalau tidak punya, susah juga dibantu," ucapnya. 

    Akom pun mengaku pernah menolak beberapa orang yang meminta bantuannya karena track record yang bersangkutan kurang baik. "Saya sih blakblakan, 'Lo dosa apa sih? Kok susah amat?' Tes pasar, kan," ujarnya sambil tersenyum. 

    Akom bercerita, dia pernah gagal ketika membantu seseorang. Agus Martowardojo yang saat ini menjabat Gubernur Bank Indonesia pernah gagal ketika mencalonkan diri atas jabatan yang sama pada 2008. "Tapi berikutnya oke. Saya selalu bilang, kalau bisa, saya bantu. Biasanya, saya teleponin teman-teman," tuturnya. 

    Menurut Akom, modal utama seorang pejabat adalah hubungan baik. Hal itu pun yang membuat semua pimpinan fraksi setuju dengan pelantikannya saat rapat pengganti Badan Musyawarah pada 11 Januari lalu. "Enggak ada prakondisi. Mereka mau bantu aja ke aku. Semua kok, enggak ada satu pun yang enggak mau," ucapnya. 

    Akom berujar, tidak semua dukungan di DPR harus melalui sebuah transaksi ataupun barter. Transaksi ataupun barter itu memang ada. Namun, menurut Akom, lebih banyak anggota DPR yang lurus dan benar-benar serius bekerja. "Biasanya, yang benar lebih banyak daripada yang enggak benar. Kiamat dunia ini kalau mayoritasnya enggak benar," kata Akom sambil tertawa. 

    ANGELINA ANJAR SAWITRI 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.