Kader Pindah Partai, Gerindra Sulsel Nilai Itu Lumrah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rombongan legislator dari Partai Gerindra yang mengikuti pendidikan dan latihan di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat berjalan dari tenda menuju lapangan upacara. Kegiatan pendidikan ditutup dengan Peringatan HUT RI ke-70 yang dipimpin Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. TEMPO/Ariehta U. Surbakti

    Rombongan legislator dari Partai Gerindra yang mengikuti pendidikan dan latihan di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat berjalan dari tenda menuju lapangan upacara. Kegiatan pendidikan ditutup dengan Peringatan HUT RI ke-70 yang dipimpin Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. TEMPO/Ariehta U. Surbakti

    TEMPO.CO, Makassar — Ketua Partai Gerakan Indonesia Raya Sulawesi Selatan La Tinro La Tunrung menyayangkan sikap Muhammad Thahar Rum sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Kabupaten Luwu Utara yang berpindah haluan ke Partai Nasional Demokrat.

    Dia berpendapat Thahar sebaiknya menyampaikan hal ini ke partai yang telah membesarkannya.

    “Harusnya dia (Thahar) sampaikan secara tertulis. Apalagi dia menjadi pemenang calon wakil bupati di pilkada Luwu Utara karena partai kami,” kata La Tinro ketika dihubungi kemarin.

    Menurut La Tunrung, Thahar juga telah terpilih sebagai anggota legislatif di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Luwu Utara. Di parlemen, Thahar menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD.

    “Meski kami kecewa. Tapi toh itu hak prerogatif dia. Kami tak bisa melarang. Sebab seseorang yang berpindah partai hal yang lumrah. Ahok saja pindah partai, kami di Gerindra mempersilakan,” katanya.

    Seperti diketahui, dalam pilkada 9 Desember 2015, pasangan calon Indah Putri Indriani-Muhammad Thahar Rum terpilih menjadi calon bupati dan wakil bupati. Pasangan itu berhasil mengalahkan inkumben Bupati Arifin Junaidi, yang berpasangan dengan Andi Abdullah Rahim.

    Soal kabar tentang kepindahan Thahar ke Partai NasDem ini dibenarkan juru bicara Partai NasDem Sulawesi Selatan, Rudianto Lallo. Legislator DPRD Makassar itu mengungkapkan, surat keputusan soal ini telah ditandatangani Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Thahar bakal menjabat sebagai Ketua DPD NasDem Kabupaten Luwu Utara menggantikan Muhammad Rajab.

    “DPP masih membahas, Pak Rajab diberi jabatan apa. Yang pasti, pekan depan SK Thahar sudah keluar,” ujar Rudianto.

    Ditanya soal ini, Thahar tidak membantah bahwa dia telah pindah partai ke NasDem. Dia beralasan, partai barunya ini memiliki visi dan misi yang sama dengan partainya terdahulu.

    Thahar mengatakan hal pertama yang akan dilakukan adalah membenahi struktur partai. Ini dimulai dari tingkat kecamatan hingga ranting dalam rangka mempersiapkan diri untuk verifikasi faktual, yang akan dilakukan Komisi Pemilihan Umum Daerah untuk pilkada berikutnya.

    “Selain itu saya juga akan menyampaikan secara tertulis ke partai kalau saya ingin ke NasDem,” kata Thahar. Pada Sabtu, pekan lalu, Ketua DPW Partai NasDem Lutfi Andi Mutty mengumpulkan para bupati dan wakil bupati terpilih yang diusung partai ini di sebuah restoran di Denpasar, Bali.

    Pada pertemuan disela acara konsolidasi akbar partai itu, Lutfi berharap kepala daerah yang terpilih bisa bekerja maksimal untuk kesejahteraan rakyat di daerahnya masing-masing.

    ARDIANSYAH RAZAK BAKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.